TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Listing Perdana, Saham INDO Naik 70%

Busthomi
13 January 2020 | 13:23
rubrik: Capital Market
Perusahaan Software Ini per Tahun Tumbuh Lebih 100%

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness —Emiten baru yang bergerak di sektor perdagangan, real estat, dan bidang jasa, terutama jasa sewa tempat indekos, PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO) pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dengan begitu INDO menjadi perusahaan tercatat keempat yang melantai di BEI tahun 2020.

Dalam proses IPO ini, emiten tersebut melepas sebanyak-banyaknya 861 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan begitu, INDO berhasil menghimpun dana sebesar Rp94 miliar saat IPO itu.

Dan dalam proses pencatatan di perdagangan debutnya, saham INDO tercatat naik 70% ke level Rp187 dari harga perdananya di angka Rp110 per lembar saham. Dengan kenaikan tersebut pun, maka saham INDO langsung terkena auto reject atas atau ARA.

Sekretaris Perusahaan INDO, Ko Sugiarto mengatakan sebesar 50% dari dana IPO itu akan digunakan untuk tambahan setoran modal kepada anak usaha, yaitu PT Semangat Bangun Nusantara (SBN). Nantinya, PT SBN akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan fasilitas indekos guna menunjang kegiatan usaha utama yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Pelaksanaan pembangunan tersebut direncanakan dimulai pada Maret 2020 dengan jangka waktu 10 bulan.

“Sementara itu, sisanya sebesar 50% akan dikucurkan untuk tambahan setoran modal ke entitas anak, yaitu PT Mulia Arta Nusantara yang juga untuk pembangunan fasilitas indekos di Jalan Karet Karya, Jakarta Selatan,” terang Sugiarto, di Jakarta, hari ini.

Menurut Sugiarto, hingga saat ini total kapasitas kamar yang dimiliki perseroan telah mencapai 150 kamar dari dua tempat fasilitas indekos yang berada di Cempaka Putih dan Pangeran Jayakarta. Dengan adanya pembangunan di dua tempat tersebut diharapkan total kapasitas kamar mungkin akan mencapai sekitar 400-500 kamar.

BACA JUGA:   Ini Waran Paling Melonjak Pagi Ini

“Rencananya pembangunan di daerah Tebet, Jakarta Selatan dan di daerah Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Kemungkinan bisa empat lantai [bangun indekosnya],” ujar dia.

Sugiarto juga menuturkan, manajemen INDO menargetkan para pekerja atau karyawan untuk menyewa indekos dengan kisaran harga sewa Rp1,75 juta-Rp2 juta per bulan.

Sumber llustrasi: Istimewa

Tags: royalindo investa wijayasaham indo
Previous Post

Industri Pengolahan Masih Ekspansi

Next Post

Runway 3 Bandara Soetta Sudah Layani 864 Penerbangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR