
Jakarta, businessnews.id — Komponen kelompok harga listrik dan LPG (liquid petroleum gas) tabung 12 kg masih menjadi penyumbang inflasi terbesarnya sepanjang bulannya Oktober 2014. Sehingga inflasinya Oktober sebesar 0,47 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, di Jakarta hari ini (3/11/2014), penyumbang inflasi sepanjang bulan Oktober lainnya masih dipegang oleh komponen harga perumahan, listrik, LPG, air, dan angkutan udara.
“Jadi, kenaikan TDL dan LPG masih berdampak pada inflasi Oktober,“ dia berkata.
Dia menjelaskan, inflasi tahun kalender sebesar 0,19 persen, inflasi secara tahun ke tahun (year on year/Y on Y)) sebesar 4,83 persen, inflasi komponen inti Oktober 2014 sebesar 0,27 persen, dan inflasi komponen inti secara YoY sebesar 40,2 persen.
Sementara dari 84 kota indek harga konsumen (IHK), terjadi inflasi di 74 kota, dan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual, Propinsi Maluku, sebesar 2,18 persen.
Hal itu disebabkan kenaikan harga ikan, sayuran, tarif listrik, dan LPG.
“Sementara itu, deflasi terjadi di delapan kota, dan terendah di kota Mamuju sebesar 0,06 persen.”
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito