Jakarta, TopBusiness – Pemerintah China dalam perjanjian dagang fase satu akan membeli lebih banyak produk-produk energi Amerika lebih banyak. Namun hal itu tak mampu mengangkat harga minyak mentah dunia terdongkrak, malah terkoreksi sebab aksi ambil untung.
Sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump berujar bahwa dirinya akan menghapus seluruh tarif atas impor China secepatnya, setelah kedua negara menyelesaikan kesepakatan fase dua dan berharap tak ada fase tiga.
Di fase dagang satu, Beijing berjanji akan membeli USD 18,5 miliar lebih banyak produk energi Amerika di tahun pertama dan USD 33,9 miliar di tahun ke dua. Sayang kesemuanya itu tak mampu mengangkat harga emas hitam dunia tersebut, sebab terjadi aksi ambil untung.
Malah, di bursa berjangka, semisal, New York Mercantile Exchange atas minyak jenis west texas intermediate tergerus USD 42 sen atau 0,7 persen ke posisi USD 57,81 per barel. Di London ICE Futures Exchange, jenis brent kehilangan USD 49 sen (0,8 persen) menjadi USD 64 per barel.
Ilustrasi Migas: shutterstock.com
