
Jakarta, businessnews.id — PT Blue Bird resmi tercatat sebagai perusahaan go public ke-19 di tahun ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Perusahaan transportasi tersebut pagi tadi (5/11/2014) melepas 15 persen saham dari modal ditempatkan, atau 376.500.000 lot saham.
Dari penawaran saham itu, investor asing menguasai mayoritas dengan menguasai 60 persen sampai 65 persen dari saham yang ditawarkan tersebut.
Menurut Direktur Keuangan Blue Bird, Robert R. Rerimasie, pihaknya tidak memersoalkan investor asing atau bukan. Namun, lebih kepada kualitas dari calon investor tersebut.
“Begitu juga dengan investor domestik sebesar 35 persen, juga berasal dari investor berkualitas yakni investor jangka panjang,” dia berkata.
Dalam melakukan penawaran awal, pihaknya melakukan anjangsana ke tujuh kota yang menjadi pusat keuangan, yakni Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Hongkong, London, New York, dan Boston. Hasilnya memuaskan, di akhir masa pemesanan atau book building, saham dengan kode BIRD itu mengalami kelebihan permintaan atau oversubcribed.
Sementara itu, Direktur Utama Blue Bird, Purnomo Prawiro, menyebutkan bahwa setelah IPO (initial public offering/penawaran saham perdana) ini tengah berkembang lelucon di kalangan pengemudi taksi dan karyawan, bahwa mereka bisa memerintah kalangan vice president. “Sebab, karyawan telah memiliki saham,” dia berseloroh.
Ia menambahkan, saat ini sebanyak 5.200 pegawai dan pengemudi taksi Blue Bird memiliki saham perusahaan. Di situ, 4.200 pegawai melalui program ESOP (employee stock ownership plan), dan 1.000 pengemudi memiliki saham melalui program ESA (employee stock alocation).
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito