
Jakarta, businessnews.id — PT Intan Baruprana Finance (IBF) menawarkan 40 persen modal ditempatkan dan disetor penuh kepada publik, melalui penawaran saham perdana atau IPO (initial public offering). Jumlah itu setara 67 miliar unit saham biasa.
Menurut Direktur Utama IBF, Jap Hartono, di Jakarta hari ini (6/11/2014), dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan 50 persen untuk modal kerja pembiayaan.
“Dan 50 persen sisanya digunakan untuk membayar utang kepada kreditur grup dan nongrup,” dia berkata.
Dengan dana IPO, IBF pun berencana melakukan diversifikasi pembiayaan kepada industri yang sedang tumbuh seperti infrastruktur, konstruksi, migas (minyak dan gas), dan transportasi.
“Kami tidak fokus di satu sektor saja,” terang dia.
Perkiraan jadwal emisi , pernyataan tanggal praefektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 4 Nopember 2014, masa penawaran tanggal 26 November sampai 28 Nopember 2014, dan tanggal penjatahan 2 Desember 2014.
Lalu, dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 4 Desember 2014.
“ IBF telah mengukuhkan diri sebagai 10 besar perusahaan pembiayaan di Indonesia dengan aset di atas Rp 1 triliun untuk kinerja tahun 2013. Dan pertumbuhan CAGR lebih dari 100 persen di periode 2010 hingga 2013,” dia menjelaskan.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito