
Jakarta, businessnews.id — Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak subsidi (BBM subsidi) diikuti rencana operator taksi untuk menaikkan tarif. Hal itu pun akan dilakukan oleh PT Blue Bird, Tbk.
Menurut Direktur Blue Bird, Andre Djokosoetono, di Jakarta hari ini (5/11/2014), perseroan belum menghitung persentase kenaikan tersebut.
Mengacu kepada kenaikan harga BBM subsidi yang terakhir kali sebesar 40 persen, persentase kenaikan tarif taksi itu mungkin 22 persen.
“Dapat digambarkan bahwa jika pemerintah menaikkan harga BBM sebesar Rp 3.000 per liter, kenaikannya sekitar 46 persen. Akan tetapi, jika harganya BBM hanya naik Rp 2.000 per liter, kenaikannya hanya sekitar 30 persen.”
Besar kemungkinan, Blue Bird akan menaikkan tarif argo taksi sebesar 22 persen jika harga BBM naik Rp 3.000 per liter. Namun, jika kenaikan harga BBM itu Rp 2.000 per liter, tarif argo itu naik tidak sampai 22 persen.
Andre mengaku bahwa, sampai saat ini, pihaknya belum memiliki skema kenaikan itu. “Kita tunggu kenaikan harga BBM dulu, baru bisa dihitung kenaikan argo.”
Kenaikan tarif argo tidak bisa langsung, tetapi pihaknya menyampaikan ke Organisasi Angkutan Darat (Organda) tiap daerah tempat Blue Bird beroperasi.
“Biasanya, kenaikan argo taksi itu sekitar satu atau dua bulan setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi,” dia berkata.
Peliput/Penulis: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito