Jakarta, TopBusiness—Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan kajian yang menyeluruh bersama dengan Kementerian Energi Sumber Daya Energi (ESDM) RI. Tujuannya untuk efisiensi terhadap 51 pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
“Sementara, BBM merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam defisit APBN). Sebanyak 1 gw menghabiskan BBM sebesar USD 20, sementara itu dengan menggunakan bahan bakar gas bisa di angka USD 8,” kata dia dalam satu diskusi di kantor Kementerian BUMN RI, Jakarta (17/1/2020).
Dia pun menjelaskan, kini harga termurah masih dengan bahan bakar batubara di angka USD 2 per gw. “Jadi tinggal kita kalikan saja, jika 51 pembangkit tersebut dengan kapasitas minimal 1mw, sudah berapa anggaran yang disiapkan PLN-nya untuk membeli BBM-nya tersebut,” Dharmawan menjelaskan.
“Menggunakan gas, kitanya bisa melakukan penghematannya sebesar USD 12 per gw,” papar Darmawan.
Lantas Darmawan menjelaskan, saat ini PLN sedang melakukan pembicaraan yang intensif dengan PT PGN. Karena sumber gas tersebut adanya di PGN.
PLN ingin PGN bisa memberikan pasokan gas yang sinambung kepada seluruh pembangkit tersebut. Tentunya agar mendapatkan harga gas yang kompetitif, sebaiknya di wilayah pembangkit tersebut sudah ada jaringan transmisi pipa gas dari lapangan gas.
“Akan tetapi jika jaringan pipa gasnya belum tersedia, harga gasnya tentu jauh lebih mahal, dong,” ucap Darmawan.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
