Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kucuran kredit sepanjang 2019 lalu hanya bertumbuh 6,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Seretnya kredit-kredit tersebut tentu menjadi catatan penting. Termasuk perhatian dari lembaga peneliti seperti Indef.
Menurut ekonom senior Indef, Aviliani, dalam beberapa waktu terakhir ini pertumbuhan ekonomi dunia masih memperlihatkan perlambatan. Sehingga para pelaku ekonomi global masih cenderung melakukan aksi ‘wait and see’ seiring dengan masih tingginya ketidakpastian geopolitik global.
“Kondisi ini mengakibatkan proses perdagangan dunia dan ekspansi usaha pelaku ekonomi global cenderung stagnan. Dan dampaknya pada pasar perbankan dalam negeri yang mulai meredup,” kata dia di Jakarta, ditulis Kamis (23/1/2020).
Dengan begitu, kata dia, berakibat pada meredup pula perekonomian Indonesia yang cenderung stagnan rendah. Pelaku ekonomi swasta nasional pun lebih banyak menahan ekspansi usahanya, bahkan yang sudah mengajukan kredit juga cenderung melakukan undisbursed loan.
“Dampak yang terjadi pun pada menurunnya pertumbuhan kredit bank, baik kredit modal kerja maupun investasi,” jelas dia.
Ditambah lagi, kondisi minor itu pun dipicu oleh persaingan bank yang semakin meningkat dengan kehadiran Financial Technology (FinTech) yang sangat cepat baik Fintech peer to peer lending (P2P) / Crowdfunding maupun Fintench payment menjadikan persaingan di industri perbankan naik signifikan.
“Untuk perkembangan FinTech ini ternyata telah menggerus pasar lembaga perbankan. Hal ini terlihat ketika kredit lembaga perbankan turun, kredit yang disalurkan FinTech tumbuh sangat cepat,” katanya.
Sampai dengan bulan November 2019 pertumbuhan penyaluran dana di Fintech P2P mencapai 186,67% (year to date / ytd) dengan nilai mencapai Rp74,54 triliun.
“Bahkan pelaku Fintech P2P yang terdaftar dan berizin sampai dengan akhir tahun 2019 sudah mencapai 144 entitas, jauh melebihi jumlah bank umum yang hanya mencapai 118 unit,” tegas Aviliani.
Untuk itu, menurutnya, jika bank tidak bisa beradaptasi dan merespon kondisi ini dengan baik, maka kinerja lembaga keuangan tersebut akan terus menurun.
