Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia gugur 110,9 poin, atau setara dengan 1,78 persen ke posisi 6.133,208. Penyebabnya, pelaku pasar efek mengkhawatirkan berita penyebaran virus corona.
Pelaku pasar mencermati semakin cepatnya penyebaran virus corona. Komisi Kesehatan Nasional China mempublikasikan bahwa hampir 2.800 orang terinfeksi dan 81 orang dinyatakan meninggal dunia.
Dalam konteks tersebut, bukan tak mungkin akan menimbulkan dampak ekonomi. Bahkan di bursa saham utama dunia, salah satunya Bursa Efek Tokyo, investor mengalihkan investasinya ke surat berharga yang dijamin pemerintah.
Di pasar reguler, perdagangan berlangsung sepi dengan volume mencapai 6.676.538.155 unit dan frekuensi 406.466 kali senilai Rp 4,936 triliun. Sejumlah saham mengalami penurunan harga, seperti, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 35 ke posisi 750, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 150 ke posisi Rp 7.025, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 80 ke posisi Rp 3.840 per unit.
Fotographer: Rendy MR
