TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI Sebut Sentimen Virus Corona Bisa Pengaruhi Saham

Busthomi
28 January 2020 | 13:14
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Perkembangan virus corona yang berasal dari China tak hanya menjadi perhatian kalangan medis, tapi juga menjadi perhatian pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Makanya, pihak BEI sendiri ikut mewaspadai perkembangan virus ini lantaran dianggap dalam jangka pendek bisa mengganggu perdagangan efek di pasar saham.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, dari sentimen virus corona ini perdagangan pasar saham akan menurun akibat wabah virus corona ini yang diantisipasi oleh seluruh publik dunia.

“Mungkin dalam jangka pendek akan ada pengaruhnya, China juga mengatakan bahwa virus corona itu akan berdampak pada perekonomian, tentunya kalau mempengaruhi perekonomian China, itu akan mempengaruhi secara global,” ujar Inarno.

Mengutip data RTI pagi ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi Selasa (28/1/2020) pagi dibuka di zona merah, IHSG anjlok 0,63 persen atau melemah 39 poin di level 6.094,10.

Meski perlu diantisipasi dan berdampak ke pasar modal, dalam jangka panjang dikatakan Inarno investasi di pasar modal belum terpengaruh adanya wabah virus corona. 

“Wabah tersebut bukan pertama kalinya, sebelumnya ada virus flu burung dan SARS, kalau lihat secara historikal itu pengaruhnya memang ada, tapi secara jangka panjang semoga ngga ada,” kata dia. 

Sebelumnya, terkait investasi FDI Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan adanya virus corona belum berdampak pada investasi China. Saat ini investor China masih mengucurkan dana atau berinvestasi ke Indonesia. 

“Kalau di BKPM itu dampaknya kan realisasi, kalau diukur sekarang belum terlalu signifikan untuk mengukur dampak virus corona pada relaisasi investasi dari China,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Saham Indah Kiat, Salah Satu yang Direkomendasikan di Hari Ini

Kendati begitu, Bahlil akan kembali mengukur dampak jangka pendek virus corona. Ia pun akan melihat realisasi investasi dari China pada Februari 2020 nanti. 

Jika realisasi pada Februari berlangsung normal, maka adanya virus tersebut tak pengaruh pada investasi dari China.

Tags: beisahamVirus Corona
Previous Post

Aksesori Ponsel Masuk IHK BPS

Next Post

Pertamina Dorong Transisi Blok Rokan Tuntas Tahun Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR