Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengandalkan tiga proyek hulu minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi andalan untuk meningkatkan produksi minyak (lifting minyak) dalam lima tahun ke depan.
Tiga lapangan tersebut adalah Ande-ande Lumut ditargetkan beroperasi pada 2023 dengan produksi minyak sebesar 25 ribu bph, kemudian proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) ditargetkan dapat memproduksi minyak pada 2024 mencapai 23 ribu bph.
Proyek berikutnya adalah Lapangan abadi Masela yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027, selain gas lapangan tersebut juga menghasilkan minyak 36 ribu bph.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan lifting minyak diperkirkan merosot pada 2021 menjadi 716 ribu bph, kemudian kembali merangkak naik hingga 2024 menjadi 743 ribu bph. Meski diperkirakan meningkat, lifting 2024 masih di bawah realisasi lifting minyak di 2019.
Dikutip dari data Pembangunan dan Target Renstra Kementerian ESDM, realisasi lifting minyak pada 2019 sebesar 746 ribu barel per hari (bph), kemudian pada 2020 ditargetkan naik menjadi 755 ribu bph.
“Kita lihat di sini dari pengembangan yang ada sekarang, hanya tiga sumur yang diharapkan berpotensi menambah hasil lifting minyak,” kata Arifin di Jakarta, Selasa (28/1/2020).
