Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan perdagangan Selasa (28/01) menipis 22,02 poin, atau setara dengan 0,36 persen ke level 6.111,184. Pasalnya, investor fokus mencermati perkembangan isu virus corona, sambil menjual saham-saham.
Sentimen negatif virus corona menjadi isu sentral, menyusul seluruh publik dunia mengantisipasi virus yang mematikan itu. “Mungkin dalam jangka pendek akan ada pengaruhnya, China juga mengatakan bahwa virus corona itu akan berdampak pada perekonomian, tentunya kalau mempengaruhi perekonomian China, itu akan mempengaruhi secara global,” ujar Direktur Utama BEI, Inarno.
Di pasar reguler, perdagangan berlangsung normal dengan volume mencapai 6.286.003.940 unit saham dan frekuensi 458.408 kali senilai Rp 6,706 triliun. Sejumlah saham mengalami tekanan harga, diantaranya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Rp 80 menjadi Rp 1.920, diikuti PT Smart Tbk (SMAR) Rp 20 menjadi Rp 3.810, dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Rp 34 menjadi Rp 450 per unit.
Salah satu bursa utama regional yang juga mengalami tekanan selain IHSG, seperti, Kospi di Bursa saham Korea pun jatuh hingga 3,09 persen ke posisi 2.176,72 poin. Sedemikian kuat kewaspadaan investor dunia terhadap penyebaran virus yang mematikan tersebut dan memilih melepas saham-saham.
Fotographer: Rendy MR
