Jakarta, TopBusiness – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5-10 persen pada tahun ini. Salah satu upaya perseroan untuk mencapai target itu adalah dengan mengoptimalkan kapasitas hanggar operasional di Denpasar, Halim, Surabaya dan Pondok Cabe.
“Penambahan ini untuk mengakomodasi kenaikan order di tahun ini mengingat kondisi utilitas hanggar saat ini telah mencapai 100 persen,” kata Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta Kurniawan, di kantornya, Tangerang, Selasa (28/1/2020).
Tazar juga mengungkapkan soal kinerja GMFI sampai kuartal III 2019 yang mencatatkan penurunan laba sekitar 188 persen atau menjadi Rp 127 miliar dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 366 miliar.
Menurut dia, salah satu penyebab anjloknya laba perusahaan lantaran adanya penurunan perawatan pesawat oleh maskapai dalam negeri. Selain itu, Tazar mengakui, tahun lalu industri penerbangan dalam negeri dalam kondisi yang sangat berat.
“2019 penuh dinamika. Tekanan luar biasa di Indonesia domestik. Kondisinya sangat unfavourable. Penyesuaian penurunan Sriwijaya, Citilink, Garuda Indoensia frekuensi (perawatan) berkurang. Ini menyebabkan link bisnis line operation terkena dampaknya, dari Garuda ada 25 persen,” katanya saat konferensi pers
Hanya saja dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan pertumbuhan sekitar 9,45 persen menjadi Rp 5,02 triliun hingga kuartal III 2019 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 4,55 triliun.
“Revenue akhir tahun 2019 kita belum bisa publish tetapi dalam hal revenue sesuai dengan apa yang kita canangkan yang awal tahun, kurang lebih hampir sama,” kata Tazar.
