TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Presiden Resmikan Terowongan Sungai Nanjung

Albarsyah
30 January 2020 | 09:16
rubrik: BUMN
Presiden Resmikan Terowongan Sungai Nanjung

Jakarta, TopBusiness – Presiden Jokowi meresmikan Terowongan Sungai Nanjung di Kabupaten  Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/01).  Hadir  mendampingi Kepala Negara, antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus  Putranto, Menteri Sosial Julian Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil, Bupati Bandung Dadang M. Nasser, Direktur Utama PT  Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tumiyana, dan Direktur Operasi I Agung Budi Waskito. 

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa dengan beroperasinya Terowongan Sungai  Nanjung ini, kelak akan mengurangi waktu dan area luasan genangan hingga 700  hektar,  bilamana banjir melanda di daerah terdampak. “Alhamdulillah pembangunan Terowongan Nanjung yang menjadi  bagian dari pengendalian banjir di cekungan Bandung sudah selesai,”  ungkap Presiden melalui keterangan persnya. 

Terowongan Sungai Nanjung dibangun Kementerian PUPR untuk penanganan luapain air Sungai Citarum  yang kerap kali merendam ribuan hektar pemukiman warga, khususnya, Kota dan Kabupaten Bandung. Proyek ini  memiliki dua terowongan masing-masing 230 meter dan diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas Sungai Citarum yang semula Q5 = 570 m³/s menjadi  Q20  =  669  m³/s  dan mengurangi total  luas genangan air yang semula 3.461 hektar, menjadi 2.761 hektar.

WIKA-ADHI JO yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana, melaksanakan pekerjaan dengan lingkup Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Dua Terowongan masing-masing  panjang 230 meter, Pekerjaan  Bangunan Inlet Hidromekanikal, Pekerjaan Bangunan Outlet (Sediment  Trap), Pekerjaan Jalan Inpeksi hingga Pekerjaan Jembatan Rangka Baja sepanjang 81 meter dengan nilai kontrak Rp316,014 miliar.

Pembangunannya pun mengadopsi konsep penggalian (excavation) dengan NATM (New Austrian Tunneling Method) atau biasa disebut SEM (Sequential Excavation Method), sebuah penggalian terowongan yang dilakukan secara manual dan bertahap.

BACA JUGA:   Hutama Karya Dukung Budaya Saling Menghargai di BUMN
Previous Post

Technical Rebound Awali IHSG

Next Post

Investor Cenderung Profit Taking karena Virus Corona

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR