Jakarta, TopBusiness – BUMN farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) secara resmi telah melakukan ekspor perdana bahan baku kosmetik (bedak dan lotion) ke Korea Selatan. Dengan ekspor ini, diperkirakan perseroan bakal mengantongi dana segar senilai US$ 1,5 juta (sekitar Rp21 miliar).
Proses ekspor perdana ke Negeri Ginseng itu dilakukan di Pabrik Cikarang, Jawa Barat, hari ini. Pihaknya pun melepaskan 31 ton sebagai ekspor tahap awal di tahun 2020 ini.
“Ini merupakan langkah kami (Kimia Farma) untuk meningkatkan nilai ekspor negara. Melalui ekspor perdana 7 (tujuh) bahan baku kosmetik ke Korea Selatan ini akan menghasilkan nilai berkisar US$ 1,5 juta,” tegas Verdi Budidarmo, Direktur Utama KAEF di Jakarta, seperti dikutip Kamis (30/1/2020).
Pengembangan produksi bahan baku kosmetik sendiri telah dirintis Kimia Farma sejak tahun 2018. Pada tahun 2019 Kimia Farma melakukan transfer teknologi dan optimalisasi proses produksi bahan baku kosmetik di Pabrik Bahan Baku Obat (BBO) Cikarang.
Tidak tanggung-tanggung, dalam proses alih teknologi Kimia Farma menggandeng mitra dari Korsel. Pasalnya, negara ini telah menjadi pemain besar di industri kosmetik.
Menurut Verdi, pengembangan industri bahan baku dimulai sejak tahun 2016 melalui pendirian fasilitas produksi BBO yang dimiliki Kimia Farma dan kemudian komersialisasi perdana hari ini.
“Bahkan, fasilitas produksi ini menjadi salah satu inovator dalam industri bahan baku farmasi dan telah mendapatkan penghargaan ‘Karya Anak Bangsa Kategori Industri Farmasi’ yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan pada tahun 2018 lalu,” jelasnya.
Pemasaran bahan baku kosmetik perdana ke Korsel adalah awal yang baik untuk membuka peluang pasar bahan baku kosmetik di mancanegara. Korsel tengah menjadi trendsetter kosmetik di dunia saat ini.
“Ini menjadi entry gate bagi kami (Kimia Farma) untuk menjangkau pasar bahan baku ke depannya, karena kini Kimia Farma juga sedang mengembangkan BBO itu,” tutup Verdi.
Adapun saat ini produksi BBO Kimia Farma sedang dalam proses pengembangan menjadi produk jadi (finished good).
BBO Kimia Farma diperkirakan akan komersialisasi pada Semester II-2020. Pada tahap awal, penggunaan BBO ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dahulu.
“Karena hal ini bertujuan untuk mengurangi nilai impor BBO dalam negeri,” pungkas dia.
