TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kimia Farma Segera Rilis Surat Utang Rp 1,5 Triliun

Busthomi
8 May 2019 | 10:47
rubrik: Business Info
Kimia Farma Segera Rilis Surat Utang Rp 1,5 Triliun

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF berencana untuk mencari pendanaan dari pasar modal melalui peneritan surat utang atau obligasi. Rencananya, nilai obligasi yang akan disasar mencapai Rp1,5 triliun dengan tenor 3-5 tahun.

Rencananya, aksi korporasi tersebut bakal digelar pada Juni 2019 nanti. Hal ini seperti disebutkan oleh Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

“Jika nanti pemegang saham sudah berikan persetujuan per akhir Mei, maka penerbitan obligasi bisa sekitar Juni tahun ini. Dan ini tak perlu RUPS karena nilainya kurang dari 50% dari ekuitas,” ujar Honesti.

Dia menyebutkan, dengan adanya rilis obligasi ini dapat menekan beban keuangan yang meningkat signifikan pada kuartal I/2019 lalu. Sehingga laba perseroan dapat tumbuh positif pada kuartal berikutnya.

Pada kuartal I/2019, beban keuangan perseroan meningkat menjadi Rp81,84 miliar, dari sebelumnya Rp31,64 miliar pada kuartal I/2018. Beban keuangan yang meningkat menjadi salah satu faktor yang menekan laba perseroan sebesar 44,54% secara tahunan.

“Aksi korporasi kami ini memungkinkan untuk menerbitkan obligasi. Besarannya sekitar Rp1,5 triliun dengan tenor 3-5 tahun,” kata dia.

Untuk melangsungkan aksi korporasi ini, emiten farmasi ini telah menunjuk Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas sebagai penjamin emisinya.

Sebagai informasi, perseroan mengalokasikan belanja modal di tahun ini sebesar Rp4,2 triliun, yang berasal dari kas internal sebesar 30% dan pendanaan luar sebesar 70%. Dari alokasi belanja modal itu, sebesar Rp2,5 triliun digunakan untuk ekspansi anorganik dan Rp1,7 triliun untuk ekspansi organik.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Kimia Farma IG Ngurah Suharta mengatakan proses rencana penerbitan obligasi saat ini telah mencapai 50%-60%. Dia berharap kupon obligasi masih di sekitar 8,5%-9% per tahun.

BACA JUGA:   2024, Tidak Ada Gedung Kantor Baru CBD Jakarta

Di tahun ini, KAEF berencana mengakuisisi saham mayoritas salah satu perusahaan farmasi di Vietnam. Namun perseroan masih dalam tahap menunggu kepastian terkait regulasi di negara tersebut. Di tahun lalu, perseroan juga sduah melakukan akuisisi dengan penyertaan modal atau investasi sebesar Rp 130 miliar terhadap perusahaan farmasi Arab Saudi, Dawaa Medical Limited Company.

Dawaa sendiri merupakan salah satu anak perusahaan Marei Bin Mahfouz Group yang bergerak bidang kesehatan. Investasi atau penyertaan modal yang dilakukan dengan cara menerbitkan saham baru di Dawaa Medical senilai 38 juta Riyal atau setara Rp 148,2 miliar. Dengan menguasai modal 60 persen, Dawaa Medical pun menjadi anak usaha Kimia Farma dan berganti nama menjadi Kimia Farma Dawaa.

Penulis: Tomy

Tags: kimia farma
Previous Post

Banyak Ekspansi, Dividen KAEF Sebesar 20% dari Laba Bersih

Next Post

88% Industri Kreatif Belum Pentingkan HKI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR