Jakarta, TopBusiness—Wabah virus corona diprediksi bakal memukul ekonomi China. Dampak ekonomi ini masih belum dapat dihitung secara pasti. Demikian dijelaskan pagi ini oleh para analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam riset harian yang dipublikasikan pada pagi hari ini.
Dijelaskan, satu paparan media pemerintah China dan beberapa ekonom menyebutkan, tingkat pertumbuhan China dapat turun dua poin persentase di kuartal satu 2020. Sebab, wabah corona telah membuat sebagian aktivitas ekonomi China terhenti.
“Penurunan dua poin persentase, berarti China bakal kehilangan PDB hingga US$ 62 miliar,” ulas riset tersebut.
Bursa Saham
Riset tersebut menjelaskan pula bahwa pada akhir pekan lalu (31/01/2020), bursa AS di tutup melemah tajam. Dow Jones melemah sebesar -2,09%; S&P -1,77%; dan Nasdaq -1,59%.
Sementara itu, bursa Eropa juga mengalami pelemahan. FTSE dan Euro Stoxx masing-masing melemah sebesar -1,30% dan -1,35%.
Pagi hari ini bursa Asia dibuka melemah. Nikkei turun sebesar -1,52%; Kospi -1,31%; dan ASX -1,53%. Sementara itu, hari ini akan ada rilis data ekonomi China yaitu Caixin Manufacturing PMI Januari. Sedangkan untuk Indonesia, akan ada rilis data PMI Januari dan data inflasi Januari 2020.
IHSG pada perdagangan Jumat lalu (31/1) ditutup melemah -1,94% ke level 5.940,04. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1,85 triliun. Di mana pada pasar reguler, asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,74 triliun, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 105,4 miliar.
“Kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan dengan melemahnya pasar regional dan global,” demikian prediksi riset itu.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
