TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Memerah Terpapar Virus Corona

Busthomi
3 February 2020 | 10:26
rubrik: Ekonomi
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan berada di teritiro negaif di awal pekan ini. Hal ini karena perkembangan virus corona masih menunjukkan kekhawatiran yang terus diantisipasi pasar.

Mengutuip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di zona merah di posisi Rp13.671 per USD atau menurun 16 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp13.655. Bahkan terlihat terus di zona merah hingga 45 ment pertama di tangga Rp13.705 atau terdepresiasi 0,37% alias 50 poin.

Menurut Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, fokus pasar pada perdagangan pekan ini masih akan tertuju pada penyebaran virus asal China itu. Sehingga jumlah kematian yang terus meningkat dan kabar penyebaran virus antar manusia telah membuat kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi global meninggi.

“Di akhir pekan kemarin, aset berisiko terlihat berguguran mengindikasikan adanya kekhawatiran tersebut,” tandas Ariston di Jakarta, Senin (3/2/2020).  

Pada penutupan perdagangan Jumat (31/1/2020) lalu, mata uang NKRI itu berada di level Rp13.655 per USD atawa menguat tipis 0,015% atau 2 poin. Sepanjang pekan tersebut, rupiah telah terdepresiasi sebesar 0,527%.

Dan kemungkinan, pergerakan mata uang rupiah pada pekan ini masih akan bergantung pada perkembangan penyebaran virus corona yang dapat terus menekan minat investor untuk mengumpulkan aset berisiko, termasuk mata uang Garuda ini.

Namun begitu, rupiah sendiri tercatat berhasil mempertahankan posisinya untuk tidak terdepresiasi cukup dalam seperti mata uang Asia lain sepanjang Januari 2020 itu. Di periode tersebut, rupiah berhasil memimpin kinerja penguatan mata uang Asia dengan pola gerak naik sebesar 1,542%.

BACA JUGA:   Dibuka Melemah, Analis: Rupiah Berpeluang Menguat

Penguatan mata uang Merah-Putih itu berhasil mengalahkan yuan renmimbi yang terapresiasi 1,392% dan dolar Hong Kong yang hanya terkerek 0,304%.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang Rp13.600 per USD hingga Rp13.700 per USD.

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Virus Corona Diprediksi Potong PDB China

Next Post

Kerjasama Strategis Pengelolaan Rumput Laut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR