Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Gas Negara (PGN) punya sejumlah program unggulan untuk CSR. Salah satu dari itu adalah program desa binaan.
“Program desa binaan ini punya keterkaitan dengan strategi bisnis PGN. Dan melahirkan efek positif bagi kami atau juga masyarakat,” kata Kepala Departemen Operasional CSR, Erick Taufan, di Jakarta (4/2/2020), dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2020, sebuah ajang penghargaan/penilaian yang digelar Majalah TopBusiness.
Erick menjelaskan manfaat program desa binaan bagi PGN. Yakni, dengan program itu, ada jembatan penghubung antara PGN dengan masyarakat.
Kemudian, berkat program itu, PGN dan pelanggannya punya jaminan keamanan-kepastian objek vital. “Jadi, keamanan-kepastian tersebut menguntungkan bisnis kami,” papar Erick.
Penjelasan dia, desa binaan tersebut terletak di sekitar offtake station PGN. Desa tersebut merupakan ‘ring 1’ atau wilayah paling terdampak operasional PGN. “Desa itu yang terpotensi secara signifikan memengaruhi bisnis PGN kalau terkena gejolak sosial. Maka CSR kami ditujukan ke situ,” dia mengimbuhkan.

Pengembangan desa binaan untuk menjadi desa mandiri berlangsung dengan memertimbangkan potensi lokal, atau juga kearifan lokal.
Contoh lokasi desa binaan, ada beberapa. Antara lain di offtake stationa di Muara Enim.
“Di desa binaan, kami mengembangkan potensi ekonomi kreatif. UKM-UKM, disatukan dalam wadah koperasi,” dia menjelaskan.
Dukungan dari manajemen puncak PGN terhadap program CSR, sangat baik. “Hal itu terlihat dari posisi divisi CSR yang bertanggung jawab langsung ke direksi,” papar dia.
