Jakarta, TopBusiness – PT PLN (Persero) mengedepankan tingkat kompetensi dan profesionalitas karyawannya melalui kepedulian sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) berupa program vokasi.
Saat memberikan presentasi dihadapan dewan juri TOP CSR Awards 2020, di Mercantile Athletic Club-World Trade Centre 1, Jakarta, Direktur HMC Muhamad Ali mengatakan, perseroan sangat berharap peran serta dan dukungan masyarakat dalam mewujudkan program CSR. “Proyek berjalan dengan baik, masyarakat diberdayakan dan usaha kita juga disupport oleh masyarakat,” ungkapnya, di Jakarta, Senin (10/02).
Perseroan pun akhirnya memutuskan untuk memperkuat program vokasi guna mencari bibit baru sumber daya manusia yang dapat menjalankan roda bisnis.
Program vokasi diperuntukkan bagi siswa-siswi SMK, mahasiswa-mahasiswi Diploma-3 dan 4 dan setelah lulus mendapatkan sertifikat bahkan hingga pekerjaan. “Sehingga jika mereka mengikuti program perseroan dapat selesai dan mempunya tiga dokumen seperti, satu ijasah, satu sertifikat kompetensi, dan ketiga SK penempatan di PLN,” katanya.
“Ini sudah panen. SMK, D3, D4 kita sudah panen sehingga program kita adalah kita menyiapkan lahannya sendiri, memilih bibitnya sendiri, memupuk sendiri, memetik sendiri dan memakai sendiri,” katanya.
Manfaat program vokasi ini meliputi, ketersediaan lulusan SMK yang siap pakai atau bekerja di bidang ketenagalistrikan.
Kemudian, meningkatkan mutu penerima calon pegawai siap pakai untuk tingkat pelaksana.
Terakhir, peningkatan kompetensi pendidik dan peserta didik SMK di bidang ketegalistrikan.
Dia mencontohkan, siswa-siswi SMK mengikuti pelajaran selama tiga tahun. Ketika itu dibagi menjadi dua yakni satu setengah tahun belajar dan satu setengah tahun lagi mengikuti program CSR PLN.
Selanjutnya, bagi para guru yang notabene selama ini hanya mengetahui teori listrik akan lebih ditingkatkan lagi kompetensinya, menyusul masuk dalam pusdiklat dalam kurun waktu 10 hari. Di sana diajarkan teori sekaligus praktik dan setelah ke luar mendapatkan sertifikat. “Sehingga waktu mengajar sudah paham benar dengan listrik, karena pernah pegang listrik,” tuturnya.
Vokasi ini merupakan suatu sarana untuk mendapatkan nilai tambah. “Ini invesment kita agar anak-anak bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Fotographer: Rendy MR
