Jakarta, TopBusiness – Pada tahun 2019, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero) mengeluarkan dana PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) senilai Rp 4.960.000.000. Nilai tersebut sebesar 3,6% dari laba bersih BUMN (badan usaha milik negara) tersebut.
Hal itu dikatakan oleh Manajer PKBL PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Bambang Sarwo Eddy, di Jakarta (11/2/2020).
Dalam presentasi untuk Dewan Juri TOP CSR Awards 2020 (suatu ajang penilaian/penghargaan CSR yang digelar Majalah TopBusiness), Bambang pun menjelaskan sejumlah hal. Antara lain, bahwa unsur ‘keberlanjutan’ tercantum di misi perusahaan itu. “Di poin kedua misi perusahaan, tercantum ‘Mengelola dan Mengembangkan Lingkungan Destinasi Pariwisata Secara Berkelanjutan’,” papar Bambang.
Program tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh Taman Wisata Candi, terdiri dari enam bidang. Pertama, tanggung jawab sosial perusahaan terkait core subject operasi yang adil. Kedua, tanggung jawab sosial terkait HAM. Ketiga, tanggung jawab sosial terkait lingkungan hidup.
Keempat, tanggung jawab sosial terkait ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Kelima, tanggung jawab sosial terkait tanggung jawab konsumen. Keenam, tanggung jawab sosial terkait pengembangan sosial kemasyarakatan.
“Kami meyakini bahwa PKBL dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lingkungan operasional,” kata Bambang lagi.
Ia pun menjelaskan bahwa pada tahun 2018, pihaknya mendapatkan skor GCG di angka 82,70 dari skor maksimal 100. “Hasil assessment atas implementasi GCG tahun 2018, kami mendapatkan kualitas penerapan ‘baik’,” papar dia.
