Jakarta, TopBusiness – PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, BUMN yang mengelola 15 bandara ini terus konsisten menyalurkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar bandara yang dikelolanya.
Sejauh ini, perseroan tengah fokus menyalurkan PKBL dan CSR-nya terhadap tiga program, yaitu pariwisata, pendidikan, dan kesehatan. Namun selain itu, pihak AP I juga secara spesifik terus melakukan aksi nyata pertanggungjawaban untuk mengatasi dampak dari aktivitas perusahaan karena meningkatnya tingkat kebisingan serta pencemaran udara dan air.
Hal ini seperti disampaikan oleh VP Corporate Social Responsibility AP I, Nur Sapto Winoto saat sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri Top CSR Award 2020 yang digelar Majalah TopBusiness, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).
“Fokus PKBL dan CSR kami itu di sektor pariwisata, pendidikan, dan kesehatan. Dan itu berkaitan langsung dengan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Seperti pariwisata, kalau sektor ini maju maka berdampak ke kemajuan airport,” jelas Sapto.
Untuk kesehatan, kata dia, perseroan melakukan pelayanan kesehatan keliling yang hingga kini dilakukan oleh 12 cabang AP I.
“Program ini merupakan pemberian layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar bandara, khususnya bagi desa-desa yang jauh dari fasilitas kesehatan setempat. Dan target utama dari program ini adalah ibu hamil, bayi, dan balita,” terang dia.
Kemudian untuk program pendidikan memberikan beasiswa Diploma III untuk program studi Kebandarudaraan. Ini merupakan program unggulan baru di 2019 lalu dengan memberikan beasiswa full kepada 30 anak terpilih.
“Dalam pelaksanaan kegiatan perkuliahan AP I ini bekerjasama dengan Universitas Mataram Lombok. Nantinya para mahasiswa itu akan direkrut menjadi karyawan AP I,” jelasnya.
Untuk CSR sendiri, kata dia, yang mengadopsi creating shared value (CSV), pihaknya memberikan bantuan modal bagi para pelaku usaha kecil atau UMKM yang memiliki potensi berkembang dan mandiri.
Kemudian, memberikan pendidikan pelatihan bagi mereka agar produk yang dipasarkan dapat memiliki daya saing, kecakapan manajerial pengelolaan keuangan, dan peningkatan mutu produksi.
Serta promosi para mitra binaan dalam pameran, penerbitan katalog produk mitra binaan dan juga menyediakan ruang display di terminal bandara yang dikelola AP I.
“Sementara terkait masalah hak asasi manusia (HAM), seperti yang kami lakukan di bandara baru di Jogja, itu kami lakukan alih profesi orang-orang yang tanahnya kami pakai bandara, dari semula petani kita latih menjadi sekuriti atau pekerja di bandara lainnya seperti operator garbarata, dan lainnya,” terangnya.
Fotografer: Rendy MR/TopBusiness.id
