Lembaga Kajian Nawacita Teken MoU dengan 6 Lembaga

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – Lembaga Kajian Nawacita (LKN) hari ini, Jumat (14/2/2020), melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan enam lembaga. Dalam MoU tersebut, LKN menjalin kerja sama untuk mewujudkan seluruh program kerja yang sudah dirancang oleh lembaga independen tersebut.

Ketua Umum LKN Ir Samsul Hadi menerangkan bahwa LKN merupakan lembaga independen sebagai wadah profesional, mensinergikan semua institusi, profesional, organisasi, asosiasi, non partisan dan individu untuk mengimplementasikan Program-Program Strategis Nasional Nawacita dan mencari solusi berbagai isu strategis di bidang SDM, kelembagaan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

Menurut Samsul, lembaga yang dipimpinya memiliki visi memberi solusi berbagai masalah dalam implementasi kebijakan pembangunan nasional, regional dan daerah yang dihadapi pemerintah. LKN juga memberi dukungan kepada pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan dan implementasi pembangunan nasional.

“Tujuan  hakiki, membantu pemerintah menjalankan program nasional guna mewujudkan kemandirian yang mensejahterakan masyarakat yang berkeadilan,” kata Hadi dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (14/2/2020).

Samsul Hadi yang didampingi Ir Singgih Supriyanto memaparkan, selama ini LKN sudah menjalin hubungan dengan berbagai institusi pemerintah, lembaga penelitian dan lembaga lainnya.

Hadi menuturkan, keenam lembaga yang bekerja sama dengan LKN dalam menjalankan Program Strategis Nawacita, pertama  adalah Geonusa. Dengan lembaga ini, LKN akan bekerjasama merancang kawasan ibukota baru untuk provinsi, kabupaten dan kota, mulai dari interior, ornamen arsitektur maupun bangunan berbudaya daerah.

Kerja sama kedua dengan Robotic, yang bertujuan membudayakan dan mengembangkan anak-anak milenial dalam berkarya dan inovasi menciptakan kreasi berbasis informasi teknologi dan industri.

Ketiga dengan Ngingoe yang bekerja sama memberdayakan pilot project pemberdayaan ekonomi kerakyatan dalam bentuk koperasi untuk penegembangan dan peningkatan nilai tambah dari budi daya peternakan daerah.

Kemudian, dengan KUNMAP untuk kerja sama dalam model teknologi berbasis Geospasial yang dapat ditingkatkan untuk pemantauan wilayah secara teknologi informasi, dalam percepatan, pemantauan dan pengendalian untuk perencanaan pembangunan masyarakat di daerah.

Kelima adalah kerja sama dengan IGGI untuk pendekatan manajemen keuangan untuk pelaksanaan yang efisien dan efektif bagi penggunaan pendanaan serta anggaran pemerintah agar tepat guna, sehingga cepat tercapai sasaran menuju kesejahteraan masyarakat.

Terakhir kerja sama dengan Nusantara Semesta guna memberikan pemahaman tentang sistem pengelolaan organisasi yang berlandasan budaya dan tujuan kehidupan yang bermaslahat bagi nusa dan bangsa, serta seluruh bumi nusantara.

Hadi dan Singgih menambahkan, semua kerja sama yang dijalin merupakan upaya sinergitas guna memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan program-program yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar