Jakarta, TopBusiness – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) merupakan konsorsium dari dua perusahaan Jepang dan satu perusahaan nasional. Perusahaan ini juga merupakan kerjasama pemerintah swasta pertama di Indonesia dengan nilai investasi yang relatif tinggi pada masanya.
PT BPI saat ini masih dalam tahap pembangunan pembangkit listrik 2 x 1.000 MW di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Selain mengadopsi teknologi tertinggi, proyek ini juga menerapkan tingkat efisiensi tinggi.
“Kami menggunakan teknologi tertinggi Ultra Super Critical dengan tingkat efisiensi yang sangat tinggi, dengan kapasitas yang tertinggi juga. Mungkin kalau (proyek) ini jadi, ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Bayu Pamungkas, Senior Manager CSR di PT Bhimasena Power Indonesia dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP CSR Awards di Gedung WTC Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Berkaitan dengan program CSR, PT BPI mengakui bahwa pihaknya telah mempertimbangkan banyak hal, terutama adalah kewajiban Amdal yang dinilai perusahaan sangat tinggi sekali persyaratannya dan sudah terpenuhi. CSR yang dilakukan oleh Bhimasena Power Indonesia juga sudah tercakup dalam roadmap untuk sampai pasca operasi.
Program CSR PT BPI, seperti dikatakan Bayu, diterjemahkan pada Prinsip-Prinsip Program Pemberdayaan Masyarakat dengan tujuan utamanya adalah menumbuhkan sikap kemandirian masyarakat.
Secara umum ada lima ruang lingkup program CSR Bhimasena Power Indonesia, antara lain Ekonomi, Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Budaya.
Dalam bidang ekonomi, CSR yang dilakukan PT BPI mencakup Pengembangan Kelompok Usaha Bersama, Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro,Penyediaan Lapangan Kerja Sementara, Kompensasi, dan Lahan Pengganti.
Di bidang infrastruktur, program yang dilakukan berupa Bantuan Instalasi Air Bersih dan Sanitas serta Bantuan Renovasi Sarana Publik Lainnya.
Untuk sektor pendidikan, program CSR perusahaan diejawantahkan berupa Dukungan Program Sekolah Adiwiyata, Program Peningkatan Literasi, dan Program Pengembangan Sekolah. Sementara di bidang kesehatan, PT BIP memberikan Dukungan Pelayanan Program Posyandu, Program Penguatan Kelembagaan Kesehatan Desa, dan Dukungan Peningkatan Kesehatan Lingkungan.
Terakhir untuk bidang sosial budaya dan lingkungan, PT BIP mengedepankan empat program, antara lain program Penyadartahuan Kebersihan Lingkungan, Program Restorasi Ekosistem, Program Bank Sampah, dan Program Sosial.
Di luar kelima ruang lingkup di atas, ada satu program dari Bhimasena Power Indonesia yang menjadi pembeda dengan program yang biasanya dilakukan oleh perusahaan lain.
“Yang membedakan kami dengan perusahaan lain adalah kita diharuskan memiliki program mitigasi sosial. Jadi, di mana kita harus memberikan kompensasi sosial selama 21 bulan untuk 720 petani penggarap dan buruh tani yang kehilangan mata pencaharian karena pembebasan lahan,” ungkap Bayu.
Selain itu, Bhimasena Power Indonesia juga menyediakan lahan pengganti bagi sekitar 220 petani penggarap karena lahannya dibeli oleh perusahaan.
Penulis: Fauzi
Fotografer: Rendy MR/TopBusiness
