Jakarta, TopBusiness – Dalam mewujudkan program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/ CSR) PT Marga Mandalasakti (MMS) atau Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak selalu menkankan pada 4 pilar utama yakni Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan. Keempat pilar tersebut kemudian menjadi prioritas dalam kebijakan program CSR Perusahaan.
Demikian seperti disampaikan oleh Direktur PT MMS Masrana dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP CSR Award 2020 di Jakarta pada Selasa (18/2/2020).
“Jadi program CSR PT MMS juga telah menjadi isu yang digantungkan di misi perusahaan dan sudah menjadi program yang sangat strategis yakni sebagai bentuk inisiatif untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik melalui community development,” kata Masrana.
Masrana mengatakan sebagai bentuk integrasi dari keempat pilar CSR tersebut, PT MMS mengembangkan program desa binaan Kampung Berseri Astra dengan menjadikan Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, sebagai Pilot Project (percontohan).
“Kampung Berseri Astra di Desa Talagasari ini sudah diresmikan sejak tahun 2018. Melalui program Kampung Berseri Astra, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra,” ujar Masrana
Kepala Departemen ESR PT MMS Uswatun Hasanah menuturkan implementasi pilar-pilar CSR di Kampung Berseri Astra antara lain untuk pilar pendidikan PT MMS melakukan pembangunan Rumah Pintar (Rumpin), pemberian beasiswa kepada siswa di sekitar dan pembangunan dan Fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“untuk pilar kesehatan kita ada pembinaan posyandu, pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS dan pembangunan sanitasi air. Kita sendiri untuk di tahun 2020 sudah ada 2 posyandu binaan dan sudah ada 13 posyandu lomba penyuluhan di kampung berseri Astra tersebut,” tutur uswatun.
Sementara implementasi pilar lingkungan direalisasikan melalui pengelolaan sampah terpadu misalnya dengan membangun bank sampah dan kompos, membangun zona penghijauan dan pemberdayaan tanaman (bank bibit).
“Kita juga bengun Rumah Berseri sebagai ketahanan masyarakat untuk tumbuh berwawasan lingkungan. Dan Hingga sekarang sudah ada 25 rumah yang menghasilkan tanaman dan panen sayur untuk kebutuhan sendiri. Di Rumah Berseri ini sudah maintain 50 Rak toga, kompster dan pemilahan sampah,” terang Uswatun
Implementasi pilar kewirausahaan, lanjut Uswatun, diwujudkan dengan program pemberyaaan UMKM masyarakat setempat. Program ini mengajarkan masyarakat menghasilkan produk kreasi pemanfaatan barang bekas berdaya jual. Sejauh ini sudah ada 3 UMKM yang berhasil dibina dan menghasilkan produk berdaya jual.
Penulis: Abi Abduljabbar
Fotografer: Rendy MR/TopBusiness
