
Jakarta, businessnews.id — Ketatnya persaingan industri kuliner di Indonesia menggerus target penjualan Fast Food Indonesia yang merupakan pemegang ijin merek dagang Kentucky Fried Chicken.
Menurut General Manager Fast Food Indonesia, Finana Mario B. Leadres, di Jakarta hari ini (23/12/2014), tahun ini pihaknya memasang target pertumbuhan penjualan 12%. Namun, sampai akhir kuartal III, angka itu sulit dicapai.
“Awalnya, kami menargetkan tumbuh 12% itu. Namun, persaingan waralaba kuliner terutama dari Korea, membuat pertumbuhan itu di bawah 12%,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini, masuk pula gerai restoran cepat saji seperti Loteria dan Giant Fried Chicken.
Namun pada tahun 2015 mendatang, pihaknya masih optimis akan terjadi pertumbuhan penjualan sebesar 13,9%; dan 10% pada posisi pesimis.
Pertumbuhanan itu dicapai dengan penambahan gerai dan penambahan menu baru. Dengan nilai pendapatan Rp 4,8976 triliun dan proyeksi pendapatan Rp 4,7657 triliun.
Untuk itu, perseroan akan menambah gerai baru sebanyak 40-45, dan 20 KFC Box.
“Investasi untuk itu senilai Rp 200 miliar,” katanya.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi