Jakarta, TopBusiness – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengandalkan banyak program dalam menggelar corporate social responsibility (CSR). Salah satunya Rail Clinic. Program ini adalah bagian dari CSR dan sekaligus Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Program andalan ini diusung sejak tahun 2015 lalu dan menjadi bukti nyata komitmen manajemen BUMN perkeretaapian itu dalam mengusung program sosialnya tersebut.
Menurut Vice President CSR KAI, Agus Supriyono sejak beberapa tahun ini perseroan meluncurkan program rail clinic dengan kegiatan berupa bakti sosial pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat kurang mampu di sekitar stasiun KAI.
“Dan selama itu sudah lebih dari 40 ribu orang pasien yang diobati dan sudah digelar di 200 stasiun di Pulau Jawa. Ini merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang meliputi pemeriksaan umum, gigi, kehamilan, mata, serta pelayanan kefarmasian. Juga kami lakukan pembagian kacamata gratis di acara tersebut. Bahkan rail clinic itu sudah turut membantu korban bencana,” tutur Agus di ajang penjurian Top CSR Award 2020 di Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Perseroan dalam mengusung kebijakan dan strategi CSR ini melakukan beberapa hal antara lain, berperan aktif dalam meningkatkan kondisi sosial masyarakat dan kelestarian lingkungan. Membina hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemangku kepentingan guna terciptanya situasi kondusif yang dapat menjadi jaminan akan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api dan kelangsungan usaha perseroan.
“Juga adanya keberpihakan pada masyarakat sekitar area bisnis perusahaan untuk dijadikan masyarakat yang tangguh dan mandiri secara ekonomi, melakukan peningkatan eksistensi dan citra positif perusahaan melalui partisipasi pada kegiatan masyarakat, dan lain sebagainya,” ujar Agus.
Sebagai sebuah program tanggung jawab, kata dia, kebijakan dan strategi CSR KAI juga mewujudkan tanggung jawab sosial ke seluruh lapisan. Tak hanya ke masyarakat, tapi juga ke dalam perusahaan seperti terhadap pemegang saham dan karyawan sendiri. “Terhadap pekerja perusahaan ini, KAI memperhatikan kesejahteraan jasmani dan memberikan fasilitas kegiatan olahraga, seni dan budaya, guna meningkatkan produktivitas kerja melalui program internal community relations,” terang dia.
Lebih jauh dia menegaskan, untuk program unggulan, selain Rail Clinic, masih ada enam program unggulan lainnya yaitu pasar murah kereta api dengan mengadakan bazar sembako murah kepada masyarakat kurang mampu di sekitar stasiun kereta api. Bantuan pengelolaan sampah yaitu penyediaan bak sampah dan sarana angkutan sampah di daerah yang berdekatan dengan rel kereta api.
Juga ada program dukungan pengamanan jalur kereta api, berupa bantuan peralatan usaha dan sarana olahraga kepada masyarakat di sekitar rel kereta api. Penyaluran program kemitraan menggunakan sistem custer, yaitu memberikan bantuan modal usaha bagi sekelompok usaha di suatu wilayah. Ada juga sinergi UMKM on station dan bazar UMKM, ini dengan menyelenggarakan pelatihan, pembinaan, dan promosi bagi UMKM mitra binaan yang dikemas dalam event pameran UMKM.
“Untuk yang satu ini bahkan kita harus bayar pragawati terkenal untuk pameran fashion produk UKM binaan KAI itu dan menggelar fashion show di stasiun. Dan itu dapat apresiasi positif,” jelasnya.
“Sementara program unggulan yang terakhir berupa sertifikasi dan UMKM naik kelas, ini membantu mereka untuk sertifikasi produk dan menjadikan UMKM naik kelas,” imbuh dia.
Selain itu, KAI juga melakukan program penanaman pohon produktif yaitu dengan penanaman 4.600 pohon produktif di hulu sungai Citarum, Jawa Barat atau titik 0 km, berupa 1.000 pohon manglid, 1.000 pohon kihujan, 1.000 pohon mahoni, 1.000 pohon suren, dan 600 pohon alpukat. Dari hasil penanaman pohon itu dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat baik dari batang pohon, maupun buahnya.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
