Jakarta, TopBusiness – PT Indominco Mandiri (IMM) mempunyai program kepedulian sosial yang dinilai membanggakan, menyusul perusahaan memiliki area pelabuhan di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Yaitu pelestarian mangrove dan terumbu karang di sekitar pelabuhan.

Dihadapan dewan juri TOP CSR Awards 2020, Ignatius Wurwanto sebagai S & RM Direktur, dalam sesi presentasi dan pendalaman di Mercantile Athletic Club-World Trade Centre 1, Jakarta, Jumat (21/02), mengatakan bahwa pihaknya memiliki pelabuhan di Kota Bontang yang mampu memuat kapal-kapal besar berbobot 90.000 DWT.
Selain, pelabuhan tersebut bisa langsung ke arah lautan terbuka. Bahkan diklaim merupakan pelabuhan terbesar ke-3 di Indonesia. “Kenapa tema kita adalah ‘Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Sekitar Pelabuhan Batubara Bontang. Karena memang di sekitar tambang (hutan) ini tak ada masyarakat. Jadi semua aktivitas yang berdampak atau berinteraksi sosial adalah di area pelabuhan,” kata Wurwanto.
Dalam konteks seperti itu, perusahaan akhirnya mengunggulkan program unggulan CSR. Seperti, pelestarian mangrove dan terumbu karang di sekitar pelabuhan IMM.
FX Firman, HSE Management Head IMM menyatakan bahwa sebagai upaya penyelamatan ekosistem hutan mangrove, IMM telah melakukan penanaman mangrove sejak tahun 2010 hingga saat ini. “Tanaman mangrove yang telah ditanam hingga saat ini berjumlah lebih kurang 90.000 bibit dengan tingkat keberhasilan 90 persen,” katanya.
Dikatakan, aktivitas ini melibatkan masyarakat sekitar dan pemerintah kota di lima lokasi berbeda. Dan hasil kegiatan tanaman telah meningkatkan indeks kerapatan dan keragaman plankton benthos sebagai sumber makanan ikan yang akan berdampak kepada pendapatan masyarakat pesisir.
Selanjutnya, IMM berkomitmen untuk melakukan pelestarian terumbu karang sebagai bagian dari konservasi ekosistem laut yang telah dilakukan sejak tahun 2010 hingga saat ini. “Sebanyak 1.100 blok terumbu karang jenis coral branching telah ditransplantasi di perairan Tanjung Maranggas Kota Bontang, dengan tingkat keberhasilan hingga 20 persen,” tuturnya.
Wurwanto mengungkapkan, di pelabuhan Bontang, program CSR berupa penanaman mangrove dan pelestarian terumbu karang yang diinisiasi di tahun 2010, itu ternyata mendapat respon yang positif.
“Berdampak bagus responnya ada mangrove dan terumbu karang. Itu di sekitar Bontang. Terkait dengan strategi bisnis kita karena konotasi di pelabuhan nantinya berdampak di laut seperti apa. Justru itu yang akan kita buktikan bahwa laut itu tak berdampak bahkan lebih bagus,” pungkasnya.
