TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jasa Marga Sinergikan PKBL dan CSR Menuju ISO 26000

Nurdian Akhmad
25 February 2020 | 10:58
rubrik: CSR, Event
Jasa Marga Sinergikan PKBL dan CSR Menuju ISO 26000

Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Marga Tbk (Persero) berkomitmen untuk mensinergikan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dengan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) sebagai sebagai salah satu langkah untuk meraih sertifikat ISO 26000 . Hal ini masuk rencana Program PKBL lima tahunan PT Jasa Marga.  

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru optimistis sertifikat ISO 26000 sebagai standar global pelaksanaan CSR itu bisa diraih. Terlebih, perseroan telah memiliki sertifikasi ISO lainnya seperti ISO 9001 : 2015 untuk  Sistem Manajemen Mutu, ISO 31000 : 2018 Risk Management, dan ISO 45001 : 2018 untuk Occupational Health and Safety.   

Program-program CSR Jasa Marga juga selalu diupayakan untuk selaras dengan tujuan-tujuan pada  sustainable development  goals (SDGs).

Heru menjelaskan, ada beberapa Program CSR Unggulan Jasa Marga, yang pertama adalah Program Pengembangan  Wisata Nanggulan  Agrotech di Desa  Wijimulyo, Kabupaten  Kulon Progo, Yogyakarta. Desa Wijimulyo merupakan  salah satu desa  terdampak rencana ruas  tol dari bandara  Yogyakarta–Solo.

Kegiatan pengembangan  wisata aggrotech ini dilakukan dengan budidaya tanaman  klengkeng new chrystal  melalui teknologi tepat  guna bekerja sama  dengan IPB. “Dikembangkan 1.250  batang klengkeng, 350  di antaranya ditanam di  rumah-rumah penduduk,” kata Heru dalam sesi Presentasi dan Wawancara TOP CSR Awards 2020 di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Mengenai keterkaitan dengan strategi bisnis perseroan, Heru menjelaskan bahwa Program Pengembangan  Wisata Nanggulan  Agrotech ini bagian dari pengelolaan  dampak sosial dan  lingkungan akibat  rencana pembangunan  ruas jalan tol baru  bandara Yogyakarta-Solo.

“Ini juga bagian dari komitmen  perusahaan terhadap  tujuan-tujuan pada  SDGs nomer 1 terkait  ppengurangan  kemiskinan; nomer dua tentang ketahanan pangan &  pertanian berkelanjutan;  nomer delapan tentang promosi ekonomi  yang berkelanjutan; serta nomer  15 tentang konservasi  keanekaragaman hayati,” ujar dia.

BACA JUGA:   Pendekatan Triple Bottom Line, Dasar Petrokimia Gresik Implementasikan CSR

Program CSR unggulan lainnya adalah Sinergi  Destinasi Super Prioritas  Candi Borobudur  dengan Konservasi Kopi  Endemik &  Pengembangan Organic  Coffee Centre di Desa  Majaksingi Kabupaten  Magelang, Jawa Tengah.

Pemerintah menetapkan  Candi Borobudur  sebagai Destinasi Super  Prioritas (DSP). Program sinergi ini  dilakukan dengan  membangun balai  ekonomi desa  (balkondes), homestay,  rumah semai dan rumah  kompos, dan lainnya. Selain itu, budidaya kopi dan  pelatihan barista  bekerja sama dengan  Komunitas Kopi  Borobudur.

Menurut Heru, program CSR ini sangat terkait dengan strategi bisnis Jasa Marga, terutama untuk memenuhi ekspektasi  pemerintah sebagai  shareholder mayoritas  dalam mensukseskan  destinasi super prioritas  (DSP). “Ini juga bagian dari komitmen  perusahaan terhadap  tujuan-tujuan pada  SDGs,” tutur dia.

Jasa Marga juga memiliki Program CSR unggulan berupa Pembangunan Taman  Keanekaragaman Hayati  Melalui Penanaman dan  Koleksi Flora Langka  di Lokasi Rest Area  Km. 88 Jakarta-Cikampek. Taman Keanekaragaman  Hayati (Kehati)  merupakan amanah dari  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.  3 Tahun 2012.  Kegiatan yang dilakukan  antara lain penanaman pohon dan tempat koleksi  flora-flora langka yang  terancam punah.

“Penanaman dan  pemeliharaan taman ini melibatkan masyarakat  setempat. Ini juga bagian dari pengelolaan  dampak sosial dan  lingkungan akibat  pembangunan ruas jalan  tol Jakarta – Cikampek,” kata Heru.

Program Green Toll Road

Tak hanya melaksanakan program PKBL dan CSR, Jasa Marga juga berupaya untuk mengadopsi Creating Shared Valued (CSV) dalam setiap kebijakan atau program-program tersebut. Satu program yang sudah mengadopsi CSV adalah Program Green Toll Road Indonesia yang berlokasi di ruas tol Gempol–Pandaan (Jawa Timur) dan ruas tol Pandaan–Malang  (Jawa Timur). “Dalam program inisiatif ini, kami bermitra dengan Kementerian PUPR dan Green Product Council Indonesia (GPCI), NGO Global Eco Network,” ujar Heru.

BACA JUGA:   MNC Energy Investments Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata Produktif

Menurut Heru, aktivitas yang dilakukan dalam Program Green Toll Road Indonesia antara lain penggantian lampu-lampu  penerangan jalan umum (JPU)  menggunakan jenis lampu LED. Selain itu, penanaman jenis-jenis vegetasi  penyerap polutan pada area  terbuka pada ruang milik jalan  tol (rumijatol). “Ini bermanfaat untuk pengurangan emisi carbon  dan polutan zat-zat pencemar  dalam fase gas (SOX, NOX ),” tutur Heru.

Aktivitas lainnya adalah pembuatan tempat-tempat  penampungan air limpasan (run-  off) pada lokasi tertentu di ruas-ruas jalan tol. Selain itu, penggunaan material bahan  bangunan bagi kegiatan  konstruksi yang ramah  lingkungan. “Untuk pekerjaan  konstruksi, kami memilih kontraktor yang memenuhi  compliance terhadap berbagai  peraturan atau kebijakan terkait  lingkungan,” kata Heru.

Tags: PT Jasa Marga TbkTOP CSR Awards 2020
Previous Post

CSR PT Len Industri Sasar Tiga Aspek Utama

Next Post

Resmi, OJK Minta NARA IPO Ulang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR