Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Rabu (26/02) di Bursa Efek Indonesia berkurang 98,22 poin, atau setara dengan 1,7 persen ke posisi 5.688,921. Pelaku pasar mencermati soal semakin tak terkontrolnya penyebaran virus corona.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat ada 80.967 kasus, 2.763 kematian, dan 29.998 pasien yang sembuh. Di China sendiri yang notabene asal mulanya wabah tersebut saja, mencatat kematian sebanyak 2.717 orang. dan total kasusnya mencapai 78.159.
Selepas pembukaan perdagangan, indeks komposit Jakarta ini tak mampu ke luar dari zona merah. Indeks terkoreksi 35,94 poin (0,62 persen) ke level 5.751,20, diikuti jelang penutupan perdagangan sesi siang 55,27 poin (0,96 persen) ke level 5.731,86 dan penutupan 62,24 poin (1,08 persen) ke level 5.724,90.
Pasca-rehat siang, indeks masih tetap tak bergerak ke zona positif. Indeks merosot 64,13 poin (1,11 persen) ke level 5.723,01, dan jelang penutupan sesi sore 80,73 poin (1,4 persen) ke level 5.706,40. Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal dengan volume mencapai 10.081.321.750 unit saham, dan frekuensi 429.624 kali senilai Rp 7,722 triliun. Sejumlah saham mengalami tekanan, seperti, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 200 ke posisi Rp 7.300 per unit, diikuti PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 500 ke posisi Rp 8.100, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 275 ke posisi Rp 18.000.
Fotographer: Rendy MR
