Jakarta, TopBusiness – Harga minyak mentah dunia mengalami tekanan berat hingga mencapai 2 persen. Potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global makin nyata, menyusul semakin masifnya epidemi virus corona. Sehingga, pasar melepas komoditas emas hitam tersebut.
Pelaku pasar komoditas semakin khawatir atas kondisi perkembangan terinfeksinya virus COVID-19 yang menjalan ke benua Eropa dan Timur Tengah.
Dikabarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa virus tersebut masih bisa diatasi, namun sementara terjadi peningkatan tiba-tiba dalam kasus baru sangat memprihatinkan. Tercatat, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange turun USD 1,17 (2.34 persen) ke posisi USD 48,73. Brent di London ICE Futures Exchange untuk pengiriman April USD 1,52 per barel (2,72 persen) ke posisi USD 53,43 per barel.
Foto: Reuters
