Jakarta, TopBusiness—Dalam riset harian yang dipublikasikan pada pagi ini, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi bahwa tekanan aksi jual di perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, belum mereda. Hal ini terkait dengan peningkatan wabah virus corona yang meningkat di luar Tiongkok.
Tim tersebut pun memerkirakan bahwa penyebaran virus tersebut dapat berpengaruh kepada rantai ekonomi global.
Disebutkan pula, Lembaga kesehatan AS, Centers for Disease Control (CDC) baru saja memperingatkan adanya potensi “community spread” penyebaran virus Covid-19 (corona) setelah ditemukannya kasus infeksi pada seseorang yang tidak diketahui memiliki kontak langsung dengan area penyebaran maupun pasien positif lainnya.
Sementara itu, meski persentase peningkatan konfirmasi kasus virus itu mulai melandai di mainland Tiongkok, peningkatan tinggi saat ini terjadi di Korea Selatan, Italia, dan Iran. Korea Selatan mengumumkan peningkatan 505 kasus baru menjadi 1766 pada Kamis (2/27/2020).
Perdagangan bursa AS semalam ditutup turun tajam, dengan S&P 500 turun -4,42%; Dow Jones turun -4,42%; dan Nasdaq -4,61%. Hal itu diikuti oleh bond rally pada 10Y US Treasury yield yang turun -0,027 ke level 1,272%.
Penurunan tajam juga terjadi pada komoditas minyak Brent yang turun -2,34% ke level USD 52,18 per barel. Sementara itu, ekspektasi penurunan suku bunga AS sebesar 25 bps pada Maret depan saat ini mencapai 72%.
Perdagangan bursa domestik kemarin kembali ditutup turun tajam -2,69% ke level 5.535,7. Dan diikuti oleh koreksi pada Indeks Sharia yang turun -1,89%. Kospi pagi ini diperdagangkan turun -1,58%.
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness
