TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelantikan Dewan Kehormatan SNCI

Agus Haryanto
29 February 2020 | 23:54
rubrik: Ekonomi
Pelantikan Dewan Kehormatan SNCI

Jakarta, TopBusiness – Sinergi Nawa Cita Indonesia atau SNCI kini memiliki struktur yang lebih proporsional dengan dukungan anggota-anggota pengurus yang memiliki kompetensi di bidangnya. Itu dilakukan sebagai implementasi program Nawa Cita Presiden Jokowi dan diharapkan bisa mencapai tingkat tinggal landas di 2024.

Ketua Umum SNCI, RM. Suryo Atmanto pada acara Silaturahmi dan Konsolidasi SNCI yang bertempat di Nawacita Center, Plaza Kelapa Dua, Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua No. 29, Kebon Jeruk-Jakarta Barat, mengatakan, agenda tersebut dilakukan setahun sekali, yang dilaksanakan tepatnya pada bulan Januari. Namun sebab banyak kesibukan maka baru bisa dilakukan pada Februari ini. “Dan untuk kali ini, tema kami ini adalah membantu Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Kyai H. Ma’ruf Amin untuk bisa segera mengimplementasikan program Nawa Cita menuju 2024. Lalu dilanjutkan menuju 2045,” kata Suryo, Sabtu (29/02/2020).

Dalam kesempatan itu pula dirinya akan melantik sejumlah pengurus organisasi. “Oleh karena itu nanti di acara ini, saya akan melantik struktur organisasi Sinergi Nawa Cita Indonesia itu. Saya pertajam dan perbanyak. Perbanyak itu bukan gemuk-gemukan. Ada yang sudah menjabat tapi sudah selesai masanya bahkan cuma ada 1 atau 2 tahun. Jadi saya men-develop lagi supaya mudah-mudahan dengan Bapak/Ibu atau Saudara yang akan saya panggil ke depan ini bisa membantu saya sama-sama mewujudkan impian Bapak Presiden lewat 9 program Nawa Cita. Karena ini sakral, penting. Nah ini harus segera terimplementasi,” paparnya.

Sejumlah tokoh menjadi bagian dari struktur organisasi SNCI.

Dewan Kehormatan, diantaranya:

1. Letjen TNI AD Joni Supriyanto, sebagai Kasum TNI

2. Mayjen TNI AD  Dedi Iswanto, SE. SH (Komandan PM)

3. Ir. Jend Pol. Drs. Arman Depari (Direktur Penindakan BNN)

BACA JUGA:   Disiapkan Rp 43 Triliun untuk Bulog Serap Beras Petani 3 Juta Ton

4. Ir. Jend Pol. Drs. Puji Sarwono (Direktur Hukum BNN)

5. Mayjend. Pol (Purn) Sidarto Danusubroto (Dewan Pertimbangan Presiden)

6. Laksdya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman, M.Se (eks Wakasal/Kepala Bakamla)

7. Komjen Pol. Drs Agung Budi, M.Si (Kabaintelkam Mabes POLRI)

8. Setia Untung Arimuladi, SH, S.Hum (Kepala Badan Diklat Kejaksaan)

9. Letjen TNI AD Dodik Wijanarko, SH (Inspektur Jenderal Mabes TNI)

Selanjutnya, dewan pakar, seperti, Prof. Dr. Drs. Emil Salim, MA, kemudian Oetojo Oesman, SH, diikuti John Irawan, Dipl-Ing, Omar Halim, Deibel Effendy, Budi Utama, dan Eduard PIKA sebagai Ketua Lemhades Nawa Cita.

Sementara itu, duduk sebagai Ketua SNCI, seperti, Prof. DR Keri Lestari, S.Si, M.Si. Apt (Guru Besar UNPAD), Drs. Asep Syaripuddin (Ketum HIPKI, HPN Jabar), Leo RT Panjaitan, SH, MH (Ketum PIKA), Imam Subowo (Mantan Direktur Bulog).

Ada juga Wong Sulaiman yang merupakan Ketua SNCI China, Willy Laude (Jubir LN SNCI), dan Royal Purba (Jubir Dalam Negari).

Menurut Suryo, orang-orang yang dilantik merupakan sebagai pelengkap dalam rangka penguatan struktur organisasi. “Yang belum kuat kita kuatkan lagi karena anggotanya banyak sekali. Karena organisasi di bawah Nawa Cita itu 44. Kalau dihitung orangnya 8 juta lebih,” katanya.

Menurut Suryo, sejumlah orang dari kalangan militer/polisi pun turut menjadi bagian SNCI, sebab sebagai pengawal agar program Nawa Cita bisa berjalan dengan baik. “Karena program Nawa Cita itu Program Pak Jokowi yang mana pelakunya adalah seluruh kementrian dari menko sampai semua kementerian, pemerintah pusat sampai daerah. Nah TNI dan POLRI ini harus mengawal supaya program itu terus berjalan dengan cepat dan lancar, sehingga Sinergi Nawacita menggandeng,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Ini Proyeksi Manufaktur 2022 dari Menperin

Dijelaskan, SNCI akan bekerja lebih cepat dan cermat, lantaran program Nawa Cita akan berakhir 2024 mendatang dan harus diimplementasikan. Seluruh anggota harus bisa bergerak sehingga akan terwujud menjadi Indonesia yang lepas landas.

“Tokoh-tokoh yang ada di SNCI profesor, doktor, dengan cemerlang ide-idenya. Nah untuk hari ini kita agak ngebut. Karena Presiden Jokowi itu hanya sampai 2024. Jadi mengantarkan ke pintu gerbang keemasan Indonesia 2045. Jadi 2024 itu landasan sudah selesai tinggal take off (tinggal landas) sehingga siapapun yang menjabat nanti dengan mudah untuk melanjutkan sampai 2045 yah sampai selama-lamanya. 2045, Indonesia itu harus sudah menjadi 5 besar dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang terhebat,” ungkapnya.

Dalam pandangan Suryo, Indonesia akan mampu meraih sebagai pemimpin ekonomi terbesar di tahun 2045 melalui SNCI yang merangkul banyak elemen masyarakat dan kalangan profesional. Nawa Cita itu merupakan programnya pemerintah untuk menuju Indonesia yang sukses. Itu tentunya SNCI sangat berpartisipasi dan ingin akselerasinya ini terwujud dengan cepat. Jadi tidak ada program lain, hanya itu.  “Lalu bagaimana mengimplementasikan dan mensosialisasikan program pemerintah, SNCI merangkul semua elemen baik itu pemerintah, maupun kalangan swasta maupun perguruan tinggi. Bagaimana caranya program ini bisa cepat selesai. Sehingga tahun 2024 ini bisa berhasil, apalagi 2045 Indonesia ingin menjadi 3 besar dunia, karena kita sudah lihat perkembangan ekonomi baik itu di Eropa, Amerika itu sudah mulai stagnasi, tapi Asia sedang growing terus.  Jadi kita harus kebut-kebutan dengan china, dan India. Nomor satu masih China, tapi tak menutup kemungkinan kita menjadi leader, karena di G-20 itu, Indonesia sudah nomor dua,” jelasnya.

Lantas dia pun mengingatkan akan filosofi dasar dari Nawa Cita itu sendiri dengan didukung dengan sumber kekayaan alam yang melimpah dan diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang sejahtera. “Nawa itu artinya 9. Cita-cita Pak Jokowi itu membangun Indonesia bisa membawa masyarakat, bangsa Indonesia menuju keberhasilannya lewat 9 program. Sehingga Indonesia sukses, jaya dan berhasil. Karena potensinya luar biasa tetapi kita ini masih di bawah standar sehingga harusnya notabene kalau semua potensi alam yang ada didalamnya itu sudah menunjukkan kekayaannya tinggal dimentaince, dikerjakan. Supaya menjadi nyata masyarakat jadi kaya raya,” paparnya.

BACA JUGA:   Industri Agro Sumbang 51,16 Persen Pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas

“Dan Nawa yang kedua itu adalah suara hati. Lubuk hati yang paling dalam. Arti kata Nawa pertama itu sembilan, arti Nawa yang kedua itu lubuk hati yang paling dalam. Kalau lubuk hati yang paling dalam, itu pasti hatinya mulia, lurus, jujur, dan bersih. Ibarat itu wangsit yang ada di dalam hati. Firman Allah atau sabda Tuhan ada di dalam hati. Nah kita harus kerjakan dengan Nawanya itu, tanpa ada setting pikiran agenda,” pungkasnya.  

Previous Post

Hi Pelajar, Cari Tahu Yuk Manfaat Sawit bagi Ekonomi

Next Post

Pasar Ambil Posisi Beli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR