Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan pemurnian aluminium terbesar di negeri ini, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Inalum membangun program Corporate Social Responsibility (CSR) yang selaras dengan core business perusahaan.
BUMN ini mengimplementasikan 3 P (Profit, Planet, dan People) dalam kegiatan operasional perusahaan. Profit diimplementasikan perusahaan pemurnian aluminium ini dengan terus membukukan laba dalam operasionalnya. Perusahaan pelat merah ini juga melakukan efisiensi dalam seluruh operasionalnya.
“Kami juga menciptakan inovasi dalam memproduksi turunan aluminum ini, serta pula terus meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki, agar bisnis terus updating dalam percaturan bisnis pemurnian aluminium ini,” ujar Kepala Departemen CSR/PKBL Inalum, Daniel Jimmy P Hutauruk dalam sesi Presentasid an Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2020 di Jakarta, baru-baru ini.
Planet diejawantahkan dalam penghijauan wilayah operasional perusahaan, menghijauan dan melakukan penamanan dan menghutankan kawasan Danau Toba seluas 1.000 hektare dari tahun 2016-2020. Inalum juga memberikan bantuan kepada masyarakat agar bisa menjadi pembibit bibit tanaman.
“Kami menanam lahan kritis dengan pola mitra dengan masyarakat. Serta pula program tabung hujan , ini tujuannya menampung air hujan, agar masyarakat dapat mengunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Daniel.
Sedangkan People dielaborasi melalui pembangunan ekonomi kerakyatan lewat pengembangan desa wisata. Di sekitar Danau Toba sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba, Inalum membangun desa wisata dengan berbasiskan kepada masyarakat.
“Masyarakat diberikan pelatihan singkat tentang kepariwisataan lantas membangun infrastruktur perdesaan, membangunkan guest house di lingkungan pemukiman desa wisata,” kata dia.
Selain itu, perseroan juga membangun desa pintar, dengan tujuan agar terjadi transformasi peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, Inalum juga melakukan pemberdayaan usia muda. Program ini memiliki muatan pemberian berbagai pelatihan serta pula memberikan pembinaan kalangan muda untuk menjadi entrepreneur dalam berbagai kegiatan yang berbasiskan kepada pengembangan aneka kerajinan unggulan dengan nilai jual tinggi.
“Operasional Inalum sangatlah bertanggung jawab, karena kami menjadi perusahaan pemurnian yang diatur dalam Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta juga Kementerian Perindustrian, serta pula dalam proses bisnisnya kami mengacu kepada ISO dan standar internasional. Kami juga sangat bertangung jawab besar atas pelestarian alam diseluruh kawasan Danau Toba ini, karena operasional pemurnian ini sangat memerlukan listrik sangat besar. Apabila debit air di Danau Toba ini terganggu , maka opersional kami pun mengalami ganguan pula. Kami tidak bisa menghasilkan listrik yang cukup jika debit air Danau Toba mengalami penurunan,” tegas Daniel.
