Jakarta, TopBusiness – Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai sentimen corona mendorong para investor untuk beralih ke pembelian safe haven seperti emas.
Sambil terus mengawasi seberapa buruk dampak corona memukul perekonomian global.
“Untuk mengantisipasi memburuknya keadaan, investor terus masuk ke safe haven atau aset yang aman seperti emas dan surat utang pemerintah,” ujar Bhima seperti dikutip Selasa (3/3/2020).
Selain itu, menguatnya nilai tukar Yen Jepang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama satu bulan ini, mendorong para investor memburu mata uang tersebut.
“Yen Jepang juga kembali jadi buruan investor, tercatat Yen mengalami penguatan hingga 2,44 persen terhadap dolar AS dalam sebulan terakhir (per 2 Maret),” kata Bhima.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pemerintah sudah menangani kasus ini dengan standar internasional. Selain itu, koordinasi dengan WHO juga dilakukan dalam rangka menangani korban.
“Keseriusan ini yang jadi dasar kita baik dari kesehatan maupun ekonomi, untuk menentukan langkah-langkah selajutnya,” kata Perry dikutip pada Selasa (3/3/2020).
Perry mengatakan Bank Indonesia masih konsisten dengan prediksi bahwa dampak terberat dari penyebaran virus Corona terjadi selama Februari dan Maret. Lalu akan mengalami perbaikan di bulan April. “Tapi bukan berarti pulih,” ujar Perry.
Sejak terjadinya penyebaran virus Corona, Bank Indonesia menggunakan model V shape dalam sebagai asesmen. Sehingga setelah terpuruk di bulan Februari dan Maret, pada bulan Mei, Juni dan seterusnya akan berangsur membaik seperti semula.
