Jakarta, TopBusiness – PT Indo Premier Investment Management (IPIM) kembali meramaikan industri Exchange Traded Fund (ETF) di Pasar Modal Indonesia dengan meluncurkan produk ETF bertema investasi baru dan menggandeng MSCI.
Dengan begitu, ETF ini akan menjadi ETF pertama yang berbasis indeks MSCI Indonesia Large Cap dengan nama Reksa Dana Indeks Premier ETF MSCI Indonesia Large Cap dan kode perdagangannya adalah XIML.
Noviono Darmosusilo, Direktur IPIM menegaskan, sebagai pengelola reksadana ETF ini memiliki banyak kemudahan bagi investor. Tak hanya mudah dalam pelaksanaan eksekusi, namun juga memberikan kemudahan bagi investor dalam penyusunan portfolio mereka menggunakan ETF.
Dan ETF menjad ETF indeks pertama di Indonesia yang menggunakan indeks acuan MSCI Indonesia Large Cap.
“Bayangkan ada 600-an perusahaan tercatat di Indonesia, kita ambil 15 saham terbesar dan terlikuid yang mewakili tidak kurang dari 70% total free float adjusted market cap dari IHSG dengan likuiditas pasar yang sangat besar. Itulah MSCI Indonesia Large Cap,” jelas dia di gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Di tengah kondisi pasar yang sangat dinamis seperti saat ini, ETF dapat dijadikan alternatif Instrumen investasi yang tepat bagi investor untuk menjalankan proses investasi mereka dengan mudah. Selain itu ETF memberikan transparansi maksimal dari isi portofolionya serta memberikan keleluasaan bagi investor untuk bertransaksi setiap saat sepanjang jam bursa.
“Hanya dengan satu klik atau satu order, investor dapat membentuk portofolio yang terdiri dari 15 saham unggulan dari perusahaan-perusahaan terbesar di BEI. Kinerjanya pun kompetitif, mampu melebihi kinerja imbal hasil indeks LQ45 dan IHSG sejak tanggal 28 Desember 2012,” ucap dia.
Dengan demikian, investor dapat meningkatkan atau menurunkan porsi saham dengan cepat secara mudah sesuai dengan strategi investasi yang investor ingin terapkan, baik berupa tactical asset allocation maupun buy and hold strategy.
Indeks MSCI Indonesia Large Cap merupakan indeks atas saham perusahaan terbesar di Indonesia. Indeks ini dibentuk dengan metodologi yang seragam dan telah baku di berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang, yaitu Global Investable Market Indexes (GIMI) Methodology. Sehingga dapat menghasilkan kinerja yang konsisten mengikuti kinerja pasar.
Dalam aksi ini, IPIM kembali menggandeng Deutsche Bank AG, cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.
Keunggulan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi pada ETF atau Reksa Dana Bursa adalah: pertama, investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari karena perdagangan dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI menggunakan indikatif NAB.
Dan kedua, untuk ETF Saham, diversifikasi dapat dilakukan secara seketika karena ETF tersebut terdiri dari portofolio saham unggulan, sehingga mampu mengurangi gejolak volatilitas dan risiko investasi pada satuan saham. Ini sangat bermanfaat bagi para investor saham, di mana instrumen investasi seperti saham secara natural memiliki volatilitas cukup tinggi, apalagi mengingat kondisi pasar terkini.
