TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meski Batubara Melesu, Laba PTBA Tembus Rp4 T

Busthomi
4 March 2020 | 15:56
rubrik: Capital Market, Ekonomi
Kuartal I 2018, Produksi Batubara Indonesia Menyusut

Ilustrasi aktivitas di daerah pertambangan batubara. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Emiten pelat merah tambang batubara masih beada di trek positif, kendati harga komoditas satu ini masih melsu sepanjang 2019 lalu. Tercatat, selama setahun itu, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 4,1 triliun dengan EBITDA sebesar 6,4 triliun. Keberhasilan ini tidak lain merupakan dampak dari penerapan strategi yang tepat dan upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Hadis Surya Palapa, di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Menurutnya, pencapaian laba ini didukung oleh kinerja operasional perseroan yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2019, produksi batu bara perseroan mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumnya atau naik menjadi 29,1 juta ton. Sementara kapasitas angkutan batu bara juga terlihat naik menjadi 24,2 juta ton atau naik 7,0% dari tahun 2018,” katanya. 

Kenaikan produksi dan angkutan batu bara ini telah mendorong pula kenaikan penjualan batubara. Sepanjang 2019, perseroan berhasil menjual batubara sebesar 27,8 juta ton atau naik 13% secara year on year (yoy). Kenaikan volume penjualan ini karena adanya ekspansi ke pasar-pasar potensial yang meliputi Jepang, Hongkong, Vietnam, Taiwan dan Filipina serta keberhasilan dalam menambah pasar-pasar potensial baru seperti Australia, Thailand, Myanmar dan Kamboja.

“Tak hanya mendorong penjualan ekspor ke negara-negara Asia, perseroan juga menerapkan penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market,” terangnya.

Selain laba yang positif, sepanjang tahun lalu perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp21,8 triliun atau naik sebesar 3% dari sebelumnya Rp21,2 trilun (yoy). Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 57%. Penjualan batu bara ekspor sebesar 41% dan aktivitas lainya sebesar 2% yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa. Kenaikan pendapatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah tonase penjualan. 

BACA JUGA:   Berikut, Rekomendasi Saham Hari Ini

Terkait penurunan harga batubara, kata dia, tercermin dari indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) sebesar 28% menjadi rata-rata sampai dengan Desember 2019 sebesar US$77,77 per ton dari US$ 107,34 per ton secara yoy. Demikian juga indeks harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 yang melemah sebesar 17% menjadi rata-rata sampai dengan Desember 2019 sebesar US$ 50,39 per ton dari US$ 60,35 per ton (yoy).

Kendati masih torehkan laba, PTBA juga masih menanggung beban penjualan yang cukup besar. Sepanjang 2019 tercatat sebesar Rp14,18 triliun dengan komposisi terbesar terjadi pada biaya angkutan kereta api. Besarnya biaya ini sering dengan peningkatan volume angkutan batubara dan kenaikan biaya jasa penambangan akibat meningkatnya produksi dan rata-rata stripping ratio di tahun 2019 menjadi 4,6 bcm/ton.

Tags: batubarabukit asam
Previous Post

Target Indonesia Jadi Pemasok LNG Dunia

Next Post

Presiden Minta Kemendag tak Persulit Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR