Jakarta, TopBusiness – Harga referensi minyak mentah dunia tertekan. Pasalnya, penyebaran virus corona yang tak terkendali memicu pelaku pasar untuk melepaskan komoditas berjangka berbasis emas hitam tersebut.
Penyebaran Wabah virus corona menyebabkan penurunan permintaan akan minyak mentah, menyusul kemungkinan besar perlambatan ekonomi. Itu sebagai akibat dari pengurangan beroperasinya pabrik, perjalanan di dalam negeri dan ke luar, serta kegiatan ekonomi lain di seluruh dunia pun telah terkurangi.
Selanjutnya, organisasi pengekspor minyak mentah dunia atau OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyaknya hingga 1,5 juta barel per hari. Kendati begitu, Rusia lebih memilih untuk mendorong perpanjangan bukan melakukan pemotongan.
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange turun USD 0,38 (1.9 persen) ke posisi USD 45,9. Brent di London ICE Futures Exchange untuk pengiriman April USD 1,14 per barel (2,2 persen) ke posisi USD 49,99 per barel.
Foto: Istimewa
