TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Penyebab Ekonomi RI Tak Bisa Berlari Kencang

Nurdian Akhmad
6 March 2020 | 14:49
rubrik: Ekonomi
Laju Ekonomi RI Kuartal II Melambat

Jakarta, TopBusiness –   Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan setiap perekonomian Indonesia hendak berlari kencang, selalu ada yang mengerem yang disebabkan karena tungkainya yang lemah yaitu CAD (Current Account Deficit)/defisit transaksi berjalan.

“Salah satu penyebab utama masalah CAD tersebut adalah sisi produktifitas dan daya saing, Indonesia masih lemah karena kualitas sumber daya yang masih rendah dan infrastruktur yang kurang memadai,” demikian dilansir dari Instagram pribadi Sri Mulyani, Jumat (6/3/2020).

Penyebab yang lainnya yaitu birokrasi yang tidak sederhana dan efisien Hal ini diukur dari ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia yang nilainya 6 lebih. Artinya untuk menghasilkan 1 output dibutuhkan capital sebanyak 6 kali lipat sehingga menambah biaya bagi produsen.

Penyebabnya antara lain karena sumber daya manusia yang tidak mendukung, jalur logistik yang tidak optimal dan proses perizinan yang rumit. Sementara negara maju levelnya di bawah 3. Artinya untuk barang yang sama, biaya yang dikeluarkan dua kali lebih mahal bila diproduksi di Indonesia.

“Oleh karena itu kita tidak boleh bekerja secara rutin dan business as usual. Presiden Joko Widodo ingin melakukan transformasi melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur atau konektivitas. Hal ini dilakukan dengan antara lain fokus belanja pada peningkatan sektor SDM seperti pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan,” tutur Menkeu.

Selain itu, konektivitas untuk jalur logistik juga diperlancar dengan membangun jalan tol, bandara, pelabuhan dan jembatan. Dari sisi perpajakan, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal pada sektor yang mendukung SDM dan infrastruktur melalui insentif pajak dengan pengurangan, pembebasan atau fasilitas pajak.

Kebijakan di bidang perdagangan juga harus menyesuaikan agar terjadi akselerasi. Menkeu melanjutkan ingin Kementerian Perdagangan dapat memberi yang terbaik untuk melayani masyarakat, senantiasa melakukan inovasi serta menggunakan belanja negara dengan tepat sasaran sesuai rencana.

BACA JUGA:   Penataan Taman Wisata Laut di Pekalongan Rampung November 2021

“Saya berharap Kementerian Perdagangan dapat menjadi leading sector bagi kebijakan perdagangan yang dapat membuat produk Indonesia menjadi lebih berdaya saing di dunia internasional,” ujar Menkeu.

Tags: MenkeuMenkeu Sri Mulyani Indrawati
Previous Post

Kiat Investasi Jagartha Advisors Tepis Perlambatan Ekonomi

Next Post

Pemerintah masih ‘PD’ dengan Target Ekspor 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR