TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pemerintah masih ‘PD’ dengan Target Ekspor 2020

Nurdian Akhmad
6 March 2020 | 14:56
rubrik: Ekonomi
Tarif Impor 1.147 Produk Dinaikkan Hingga 10 Persen

aktivitas ekspor dan impor barang di pelabuhan/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness  –   Meski ekonomi dunia dihajar wabah virus Corona, Pemerintah tidak akan menurunkan target pertumbuhan ekspor nonmigas 2020. Kementerian Perdagangan optimistis ekspor nonmigas bisa tumbuh 5,2% sampai 9,8% tahun ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, target ekspor tetap dipatok berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Surplus neraca perdagangan ditargetkan tumbuh bertahap dari US$ 300 juta pada 2020 menjadi US$ 15 miliar 2024.

“Kami nggak mau menurunkan target. Kita nggak mau global turun, terus kita ikut turun. Itu salah,” kata Oke di Jakarta, seperti dikutip Jumat (6/3/2020).

Kinerja ekspor nonmigas pada 2019 tercatat surplus sebesar US$$ 6,15 miliar yang berasal dari ekspor non-migas sebesar US$154,9 miliar dan impor senilai US$148,8 miliar.

Pada rapat pembukaan Rakornas Kemendag 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Kemendag bisa mengimplementasikan permintaannya untuk melakukan relaksasi, dan memotong prosedur yang menyusahkan dalam pelaksanaan ekspor-impor.

Hal itu diharapkan bisa menstimulus ekonomi di tengah ekonomi yang sedang bergejolak saat ini. Pasalnya adanya wabah covid-10 membuat bahan baku industri yang 50% berasal dari China menipis persediaannya.

“Harus fokus bagaimana relakasasi dan mempercepat prosedur yang berbelit-belit, prosedur mana yang sulit dan situasi ini gak normal. Situasi berbeda, karena corona ini berbeda,” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (4/3/2020).

Pemerintah juga saat ini sedang menyiapkan paket stimulus lanjutan untuk perekonomian atau dinamakan sebagai ‘second stimulus’. Nilainya lebih dari Rp 10,3 triliun.

Pada stimulus pertama, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 10,3 triliun untuk mendorong sektor pariwisata. Stimulus itu berupa diskon tiket pesawat, hingga pembebasan pajak hotel dan restoran di daerah.

BACA JUGA:   Sejak Awal Tahun, Neraca Perdagangan RI Defisit

Menteri Koordinator Bidang perekonomian mengatakan, pada second stimulus ini dalam jaga untuk menjaga distribusi pasokan barang melalui aktivitas ekspor-impor.

“Ya artinya kita mendorong, dalam situasi ini spending langsung tambahan. Targetnya demikian, lebih dari yang pertama Rp 10,3 triliun,” ujar Airlangga di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020).

Tags: eksporekspor nonmigaskementerian perdagangan
Previous Post

Ini Penyebab Ekonomi RI Tak Bisa Berlari Kencang

Next Post

Aksi Ambil Untung sebab Virus Corona

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR