Jakarta, TopBusiness – Meski ekonomi dunia dihajar wabah virus Corona, Pemerintah tidak akan menurunkan target pertumbuhan ekspor nonmigas 2020. Kementerian Perdagangan optimistis ekspor nonmigas bisa tumbuh 5,2% sampai 9,8% tahun ini.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, target ekspor tetap dipatok berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Surplus neraca perdagangan ditargetkan tumbuh bertahap dari US$ 300 juta pada 2020 menjadi US$ 15 miliar 2024.
“Kami nggak mau menurunkan target. Kita nggak mau global turun, terus kita ikut turun. Itu salah,” kata Oke di Jakarta, seperti dikutip Jumat (6/3/2020).
Kinerja ekspor nonmigas pada 2019 tercatat surplus sebesar US$$ 6,15 miliar yang berasal dari ekspor non-migas sebesar US$154,9 miliar dan impor senilai US$148,8 miliar.
Pada rapat pembukaan Rakornas Kemendag 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Kemendag bisa mengimplementasikan permintaannya untuk melakukan relaksasi, dan memotong prosedur yang menyusahkan dalam pelaksanaan ekspor-impor.
Hal itu diharapkan bisa menstimulus ekonomi di tengah ekonomi yang sedang bergejolak saat ini. Pasalnya adanya wabah covid-10 membuat bahan baku industri yang 50% berasal dari China menipis persediaannya.
“Harus fokus bagaimana relakasasi dan mempercepat prosedur yang berbelit-belit, prosedur mana yang sulit dan situasi ini gak normal. Situasi berbeda, karena corona ini berbeda,” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (4/3/2020).
Pemerintah juga saat ini sedang menyiapkan paket stimulus lanjutan untuk perekonomian atau dinamakan sebagai ‘second stimulus’. Nilainya lebih dari Rp 10,3 triliun.
Pada stimulus pertama, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 10,3 triliun untuk mendorong sektor pariwisata. Stimulus itu berupa diskon tiket pesawat, hingga pembebasan pajak hotel dan restoran di daerah.
Menteri Koordinator Bidang perekonomian mengatakan, pada second stimulus ini dalam jaga untuk menjaga distribusi pasokan barang melalui aktivitas ekspor-impor.
“Ya artinya kita mendorong, dalam situasi ini spending langsung tambahan. Targetnya demikian, lebih dari yang pertama Rp 10,3 triliun,” ujar Airlangga di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020).
