Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar mengikuti sentimen negatif bursa utama dunia yang mengalami tekanan jual. Sehingga, pada pembukaan perdagangan Kamis (12/03) di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG jatuh 113,14 poin, setara dengan 2,2 persen ke posisi 5.040,97.
Pelaku pasar kurang memiliki berita-berita positif, akhirnya memilih untuk mengikuti arah pergerakan bursa utama dunia. Virus corona masih dijadikan isu sentral dalam melakukan transaksi jual saham di sesi pembukaan, atau melanjutkan pada sehari sebelumnya.
Hingga penutupan perdagangan Kamis pagi, di Wall Street-New York. Indeks dowjones industrial average harus rela kehilangan 1.464,94 poin (5,86 persen) menjadi 23.553,22. Sementara itu, Bursa Efek London, indeks acuan FTSE 100 terkoreksi 83,71 poin (1,40 persen) menjadi 5.876,52.
Dampaknya, bursa prioritas di kawasan Asia turut negatif. Misalnya, nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo berkurang 370,36 poin (1,91 persen) ke level 19.045,70, dan KOSPI di Bursa Saham Seoul 33,50 poin (1,76 persen) ke posisi 1.874,77, termasuk Jakarta.
Foto: Rendy MR
