Jakarta, TopBusiness – Peningkatan surplus neraca perdagangan Februari 2019 merupakan momentum untuk lebih memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Sementara, surplus neraca perdagangan juga dipengaruhi penurunan impor nonmigas, terutama untuk komoditas golongan mesin dan perlengkapan elektrik, sebagai dampak terganggunya gangguan rantai suplai global akibat COVID-19.
Sehingga, Bank Indonesia atau BI memandang surplus neraca perdagangan pada Februari 2020 berkontribusi positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. “Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Onny Widjanarko, di Jakarta, hari ini.
Tercatata, neraca perdagangan Februari 2020 surplus USD 2,34 miliar, membaik dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya yang mencatat defisit USD 0,64 miliar.
Foto: Istimewa
