TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Transformasi Bank Kalteng Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi, Siap Jadi Kekuatan Baru di Kalimantan

Nurdian Akhmad
31 March 2026 | 12:00
rubrik: BUMD, Business Info, Event
Transformasi Bank Kalteng Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi, Siap Jadi Kekuatan Baru di Kalimantan

Jakarta, TopBusiness – PT BPD Bank Kalteng terus melakukan transformasi kelembagaan dan bisnis guna memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Transformasi tersebut mencakup pembaruan visi, nilai inti perusahaan, digitalisasi layanan, hingga penguatan tata kelola dan kinerja bisnis.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bank Maslipansyah dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Senin (31/3/2026).

“Visi Bank Kalteng kami perkuat, bahkan kami redefinisi kembali. Sebelumnya visi kami adalah menjadi bank yang maju, kuat, dan terpercaya. Kami ubah menjadi kuat, maju, modern, dan terpercaya,” ujar Maslipansyah.

Maslipansyah menjelaskan, dirinya mulai memimpin Bank Kalteng sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sejak 2024 sebelum kemudian definitif menjabat pada April 2025. Sebelumnya ia berkarier panjang di Bank Negara Indonesia sebelum memasuki masa pensiun.

Sebagai putra asli Kalimantan Tengah, ia membawa pendekatan kepemimpinan yang memadukan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Dayak dengan praktik manajemen modern.

“Kami ingin Bank Kalteng berkembang dengan tetap berakar pada nilai budaya lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan industri perbankan modern,” ujarnya.

Redefinisi Visi dan Budaya Perusahaan

Menurut Maslipansyah, perubahan visi tersebut mencerminkan tekad untuk meningkatkan ketahanan organisasi sekaligus mempercepat modernisasi proses bisnis.

“Makna ‘kuat’ bagi kami adalah kuat secara organisasi dan finansial. Sedangkan ‘maju’ mencerminkan semangat masyarakat Kalimantan Tengah yang dikenal dengan filosofi Isen Mulang atau pantang mundur,” katanya.

Sementara itu, unsur “modern” menekankan modernisasi model bisnis, proses operasional, serta pemanfaatan teknologi digital. Sedangkan “terpercaya” menjadi fondasi utama industri perbankan yang bertumpu pada kepercayaan nasabah.

Transformasi juga diwujudkan melalui perubahan identitas visual perusahaan. Logo baru Bank Kalteng mengambil inspirasi dari paruh burung enggang, burung sakral bagi masyarakat Dayak yang melambangkan kesetiaan dan loyalitas.

BACA JUGA:   Celios: Aset Kripto dalam RUU PPSK Perlu Diperjelas

“Burung enggang hanya memiliki satu pasangan sepanjang hidupnya. Nilai loyalitas itu kami adopsi sebagai filosofi kerja insan Bank Kalteng,” jelas Maslipansyah.

Selain visi baru, Bank Kalteng juga memperkenalkan core values baru bernama FAST yang merupakan singkatan dari Focus to the customer, Adapt quickly, Simplify the process, dan Team and collaboration

Nilai-nilai ini dirancang untuk mendorong budaya kerja yang lebih responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada nasabah.

Kinerja Keuangan Tumbuh Positif

Transformasi tersebut turut diiringi pertumbuhan kinerja keuangan yang solid dalam beberapa tahun terakhir.

Maslipansyah memaparkan, total aset Bank Kalteng meningkat signifikan dari Rp 15,1 triliun pada 2023 menjadi Rp 20,4 triliun pada 2025. Dana pihak ketiga juga naik dari Rp 10,6 triliun menjadi Rp 13,8 triliun, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah tersebut.

Sejalan dengan itu, penyaluran kredit turut meningkat dari Rp 9,6 triliun pada 2023 menjadi Rp 11,4 triliun pada 2025, dengan kredit konsumtif sebagai motor pertumbuhan sekaligus penguatan pada sektor produktif daerah.

“Pertumbuhan tersebut juga mendorong peningkatan laba dari Rp 300,2 miliar pada 2023 menjadi Rp 368,5 miliar pada 2025,” kata Maslipansyah.

Berdasarkan hasil penilaian kesehatan bank, Bank Kalteng juga memperoleh peringkat komposit 2 dengan predikat sehat, yang mencerminkan profil risiko terkendali, tata kelola yang baik, serta kondisi permodalan yang kuat.

Strategi Penguatan Intermediasi Daerah

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalteng berkomitmen memperkuat fungsi intermediasi untuk mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah memberikan porsi sekitar 20 persen portofolio pembiayaan yang disesuaikan dengan kebijakan dan potensi ekonomi masing-masing daerah.

Provinsi Kalimantan Tengah sendiri memiliki 1 kota dan 13 kabupaten, yang masing-masing memiliki sektor unggulan berbeda, seperti perkebunan sawit, UMKM, hingga program food estate.

BACA JUGA:   ASEAN Solar Summit 2023 Serukan Percepatan Pengembangan Energi Surya

“Melalui pendekatan ini kami ingin memastikan pembiayaan Bank Kalteng benar-benar berkontribusi terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga berupaya mengoptimalkan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah dari tabungan dan giro. Upaya ini dilakukan dengan membangun ekosistem transaksi digital agar masyarakat semakin aktif menggunakan layanan perbankan.

Transformasi Digital Perkuat Ekosistem Transaksi

Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama transformasi Bank Kalteng. Menurut Maslipansyah, pengembangan layanan digital tidak hanya untuk mengikuti tren industri, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menghimpun dana dan memperluas layanan ke masyarakat.

Bank Kalteng telah mengintegrasikan layanan digital untuk berbagai segmen, mulai dari pemerintah daerah, UMKM, hingga masyarakat umum.

Untuk pemerintah daerah, bank ini telah mengembangkan Cash Management System (CMS) guna mendukung pengelolaan kas daerah serta pembayaran pajak dan retribusi secara digital.

Selain itu, Bank Kalteng juga mendorong digitalisasi transaksi UMKM melalui implementasi QRIS merchant dan sistem pembayaran digital lainnya.

“Pertumbuhan pengguna QRIS di Kalimantan Tengah meningkat sangat signifikan, bahkan mencapai ratusan persen. Bank Kalteng ikut berkontribusi dalam mendorong ekosistem pembayaran digital tersebut,” kata Maslipansyah.

Di segmen ritel, Bank Kalteng juga meluncurkan berbagai inovasi digital, seperti aplikasi mobile banking dan dompet digital bernama “EPOK”, yang dalam bahasa Dayak berarti “dompet”.

Inovasi lainnya adalah pengembangan digital lounge atau layanan self-service banking yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi secara mandiri, seperti mengganti kartu, mengubah PIN, hingga mencetak rekening koran.

Bank Kalteng juga telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 untuk pengelolaan keamanan informasi, sebagai bagian dari komitmen memperkuat keamanan sistem digital.

CSR Berbasis SDGs

Selain fokus pada bisnis, Bank Kalteng juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan masyarakat.

BACA JUGA:   Tips Indian Akbar Kembali Fokus Jalani Rutinitas Bersama Shopee

Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan dana CSR sebesar Rp 5,6 miliar dari total anggaran Rp 9 miliar. Realisasi yang tidak sepenuhnya terserap tersebut disebabkan oleh seleksi ketat agar program CSR benar-benar sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami memastikan dana CSR digunakan untuk program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak tumpang tindih dengan anggaran pemerintah,” kata Maslipansyah.

Target Jadi Kekuatan Baru di Kalimantan

Ke depan, Maslipansyah menargetkan Bank Kalteng tidak hanya menjadi bank daerah yang dominan di wilayahnya, tetapi juga mampu berkembang menjadi kekuatan baru di kawasan Kalimantan.

“Tekad kami adalah menjadikan Bank Kalteng sebagai raja di Kalimantan Tengah, kemudian berkembang menjadi kekuatan baru di regional Kalimantan dan memiliki kontribusi di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, pertumbuhan Bank Kalteng tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi daerah. “Dengan semangat Isen Mulang, Huma Betang, dan Belum Bahadat, kami ingin Bank Kalteng terus melangkah maju bersama masyarakat untuk membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Maslipansyah.

Transformasi yang tengah dijalankan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Bank Kalteng menjadi kandidat kuat peraih TOP BUMD Awards 2026, penghargaan yang menilai kinerja, inovasi, serta kontribusi BUMD terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Tahun lalu, Bank Kalteng meraih TOP BUMD Awards 2025 kategori BPD bintang 4.

Tags: Bank KaltengPT BPD Bank Kalteng
Previous Post

Melonjak 30%, Produsen Indomie Ini Kantongi Laba Bersih hingga Rp9,22 Triliun

Next Post

Penjualan Meningkat, Laba Bersih DSNG Melonjak 60,2% Menjadi Rp1,8 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR