IHSG Diramal Rebound, Koleksi Saham Ini

Penulis Tomy Asyari

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan kembali ke jalur penguatan atau rebound. Pasalnya, ditilik dari sisi teknikal, beberapa indicator menunjukkan hal itu.

Pada akhir perdagangan sebelum Nyepi lalu, Indeks ditutup melemah signifikan sebesar 1,30% di level 3937.63. Namun untuk perdagangan hari ini, analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama menyebut, berdasarkan indikator, MACD memang masih negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan ardanya oversold atau jenuh jual.

“Sementara di sisi lain, terlihat juga pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi rebound pada pergerakan IHSG. Sehingga untuk hari ini berpeluang menuju ke resistance terdekat,” jelas Nafan di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Dengan kondisi itu, dia memperoyeksikan support pertama maupun kedua IHSG di hari ini memiliki range pada 3837.74 hingga 3635.28. Sementara itu, level resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4122.80 hingga 4408.80.

Dengan situasi pasar yang masih terjangkit Covid-19 ini, pelaku pasar harus selektif memilih sahamnya. Dan untuk saham hari di tengah potensi rebound IHSG itu, berikut rekomendasinya:

– AALI, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi reversal pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 4000 – 4300, dengan target harga secara bertahap di level 5350, 6300, 6900 dan 9500. Support: 3000.

– ASII, indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual (oversold), sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 3180 – 3280, dengan target harga secara bertahap di level 3430, 4000, 4450, 4760 dan 6100. Support: 2790.

– BBRI, indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual (oversold), sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2300 – 2440, dengan target harga secara bertahap di level 2560, 2800, 2980, 3110 dan 3660. Support: 2300 & 2140.

– INDF, indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual (oversold), sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level level 4900 – 5100, dengan target harga secara bertahap di level 5400, 5675, 5875 dan 6675. Support: 4670 & 4430.

– INTP, terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi reversal pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 9850 – 10350, dengan target harga secara bertahap di level 11675, 12725, 13475 dan 16600. Support: 8850 & 7925.

– LPPF, indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1300 – 1345, dengan target harga secara bertahap di level 1380, 1715, 1975, 2160 dan 2940. Support: 1010.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar