Bank Mandiri segera Turunkan Suku Bunga UMKM

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – Mengikuti imbauan pemerintah dan Bank Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menerapkan kebijakan khusus terkait relaksasi pembayaran angsuran maupun perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi pelaku UMKM. Langkah ini sebagai upaya dorongan sektor UMKM di tengah krisis penyebaran virus corona (Covid-19).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, relaksasi pembayaran angsuruan termasuk penyesuaian suku bunga kredit. Adapun penerapan kebijakan ini akan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank dan mengacu pada kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona.

Bank Mandiri sendiri memiliki portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp 103 triliun pada Februari 2020. Nilai itu tumbuh 10,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Saat ini kondisi bisnis pelaku UMKM sedang menghadapi masa sulit akibat virus corona. Kami ingin memastikan debitur UMKM bisa melalui masa yang sangat sulit ini,” ujar Hery dalam keterangan pers tulisnya, Rabu (25/3/2020).

Beberapa solusi Bank Mandiri yang disiapkan untuk debitur antara lain, relaksasi proses restrukturisasi kredit dengan melakukan restrukturisasi lebih awal kepada debitur yang membutuhkan. Kemudian, mempermudah perpanjangan masa laku fasilitas kredit dengan pemberian keringanan biaya provisi dan administrasi.

“Komitmen Bank Mandiri terhadap sektor UMKM sangat kuat. Terlebih, UMKM saat ini merupakan sektor utama yang akan didorong sebagai motor pertumbuhan dana dan kredit Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan,” kata Hery.

Komitmen itu, lanjut Hery, terlihat dari kebijakan Bank Mandiri untuk terus melakukan perbaikan proses kredit dan tools untuk pemrosesan kredit agar lebih cepat dan lebih mudah. Pemberian kredit baru maupun tambahan atas fasilitas kredit UMKM dapat menggunakan sarana elektronik. Selain itu, penambahan fasilitas kredit sebesar 20 persen akan dipermudah dan tanpa menambah agunan untuk debitur UMKM terutama untuk debitur segmen mikro.

“Kami juga memberikan layanan khusus bagi debitur UMKM yang menjadi value chain nasabah wholesale. Benefit dari value chain tersebut antara lain suku bunga yang lebih ringan, keringanan dalam penyediaan agunan fixed asset dan proses yg lebih mudah,” ungkap Hery.

Sebelumnya,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memberikan kelonggaran dan relaksasi kredit baik bagi UMKM dengan nilai kredit di bawah Rp 10 miliar, juga kepada pengemudi ojek online, taksi, ataupun nelayan yang memiliki kredit. Permintaan itu disampaikan Presiden terkait dampak wabah corona yang terus menyebar yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Pemerintah pun akan memberikan kelonggaran kredit baik yang diberikan oleh perbankan ataupun industri keuangan nonbank berupa penundaan cicilan hingga satu tahun dan juga penurunan bunga.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar