Hutama Karya 59 Tahun Berkarya

Penulis Albarsyah

Jakarta, TopBusiness – Dalam beberapa hari kedepan, tepatnya pada Minggu (29/3), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) akan genap berusia 59 tahun. Menjadi salah satu perusahaan pengembang infrastruktur terkemuka dan tertua di Indonesia, Hutama Karya telah melalui perjalanan panjang dengan sederet karya monumental yang pernah digarapnya dari masa ke masa.

Sebut saja Gedung DPR/MPR, Patung Monumen Dirgantara (Pancoran), Jembatan Ampera, Jembatan Youtefa, hingga saat ini diberi amanah oleh pemerintah untuk mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang 2.765km.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo mengatakan bahwa melihat pesatnya perkembangan industri konstruksi nasional ditengah kemajuan teknologi saat ini, Hutama Karya sebagai salah satu BUMN Infrastruktur tertua di Indonesia dituntut untuk lebih dinamis dan inovatif dalam menjalankan proses bisnisnya. “Perkembangan industri konstruksi mempunyai peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tepat dan cepat memanfaatkan peluang dan efisiensi kinerja perusahaan adalah kunci menghadapi persaingan lokal maupun global, baik dengan sesame BUMN, sektor swasta, hingga kontraktor asing,” ujar Bintang dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut Bintang mengatakan bahwa di usianya yang ke 59 tahun, Hutama Karya mengangkat tema Menghubungkan Kebaikan untuk Indonesia Maju. “Tema ini kita angkat sebagai representasi inti bisnis perusahaan dalam lima tahun terakhir, yaitu membangun konektivitas darat. Disamping itu, ini juga menjadi optimisme dan harapan kami agar dalam setiap karya yang kami dibangun sarat manfaat, sejalan dengan visi Pemerintah yakni untuk mewujudkan Indonesia Maju,” ujar CEO bertangan dingin mengerek BUMN karya berkelas dunia.

Walau sedang berada dalam situasi Bencana Nasional terkait penyebaran Virus Covid-19 di Indonesia, namun semangat HUT HK 59 tetap digaungkan oleh perusahaan secara terus menerus. “HUT HK 59 harusnya terdiri dari banyak kegiatan, yang dimana biasanya selalu ada kegiatan acara puncak, syukuran, hingga family gathering. Namun beberapa kegiatan yang melibatkan keramaian tersebut harus kami batalkan sementara atas himbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” ujar Bintang.

Meskipun terdapat beberapa rangkaian acara yang ditunda, namun beberapa rangkaian kegiatan lainnya tetap dapat berjalan dengan antusiasme yang tinggi dari karyawan Hutama Karya maupun masyarakat umum.

“Di luar kegiatan yang seharusnya kita lakukan mendatang, sudah ada beberapa kegiatan baik internal maupun eksternal yang telah kita laksanakan sebelumnya. Seperti Anugerah Hutama 2020 yang terdiri dari kompetisi foto dan jurnalistik, lomba karya inovasi untuk mahasiswa se-Indonesia, Pasar Raya Sumatera di Indralaya awal maret kemarin, kompetisi internal (futsal, tennis meja, badminton, hk go talent), donor darah, medical check up, hingga lomba karya inovasi bagi internal kami,” imbuhnya.

Pioneer Industri Konstruksi

Menilik perjalan panjang sejak dinasionalisasikan pada tahun 1961, Hutama Karya memiliki andil yang besar dalam tonggak sejarah berdirinya industri konstruksi Indonesia melalui insinyur-insinyur terbaiknya kala itu. Ialah Ir. Soetami yang mejabat sebagai direktur Hutama Karya pada awal berdirinya perusahaan yang mempelopori penggunaan teknologi konstruksi beton pratekan pada saat pembangunan Jembatan Semanggi di tahun 1970.

Insinyur terbaik lainnya kala itu adalah Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang menjabat sebagai direktur utama Hutama Karya periode 1980-an. Melalui penelitiannya, ia berhasil memecah keruwetan saat awal masa pembangunan tol Cawang-Tanjung Priok dengan menciptakan metode landasan putar bebas hambatan bernama Sosrobahu. Metode ini berhasil memecahkan dilema dalam membangun jalan tol dengan keterbatasan tempat dan biaya.

Tak berhenti sampai disitu, pada tahun 2006, Hutama Karya juga mempelopori konstruksi pembangunan High Rise bulding melalui salah satu proyek terbaiknya yaitu pembangunan Bakrie Tower.

Hadir Hubungkan Kebaikan

Merebaknya penyebaran infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) atau yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona di Indonesia turut membuat Hutama Karya turut menggaungkan aksi BUMN Tanggap Corona sejalan dengan arahan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Melalui kegiatan CSR-nya, Hutama Karya telah menyalurkan 2.000 masker dan 720 hand sanitizer secara cuma cuma kepada masyarakat di Tanggerang Selatan yang penyalurannya dibantu oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel pada Selasa (16/3) lalu.

Hutama Karya juga akan memberikan bantuan senilai 410 juta rupiah untuk penyediaan alat-alat kesehatan yang akan disalurkan melalui Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri ke 10 rumah sakit di 10 provinsi di Indonesia. Disamping itu, Hutama Karya juga membuat kran air di 2 titik area publik yang berada di kelurahan Cipinang Cempedak.

Adapun untuk karyawan, Hutama Karya memberikan suntikan Vitamin C dosis tinggi kepada seluruh petugas ruas tol hingga karyawan proyek yang dibagikan secara bertahap. Selain itu juga dilakukan vaksinasi Influenza 3 strain dan pneumonia secara beratahap kepada seluruh karyawan mulai dari office boy, satpam, officer hingga manajemen Hutama Karya.

Di Sumatera, Hutama Karya turut menyalurkan berbagai alat kesehatan yang dibutuhkan khususnya bagi tenaga medis mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), Masker N95, Sarung Tangan Latex, Thermo Scan, Hand Sanitizer dan alat pelindung lainnya ke sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di sekitar proyek JTTS. Penyaluran bantuan ini telah telah dimulai dengan pemberian 1 (satu) buah alat thermo scan kepada RSUD di Padang Pariaman melalui proyek JTTS ruas Padang-Sicincin dan akan berlanjut di proyek JTTS ruas lainnya.

Lantas anak perusahaannya yaitu PT HK Infrastruktur (HKI)-pun turut andil dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa 100 pcs sepatu boot kepada RSUD Dumai sebagai Rumah Sakit rujukan Covid-19 melalui proyek JTTS ruas Pekanbaru-Dumai. Perusahaan berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia.

Di Sumatera, Jalan Tol Terbangun

Sejak tahun 20014 lalu, Hutama Karya telah diberikan mandat oleh pemerintah untuk membangun dan mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang 2.765 km melalui Perpres No. 100 tahun 2014 yang kemudian diperbaharui menjadi Perpres No 117 tahun 2015.

Hingga saat ini sepanjang 500 km ruas tol di JTTS telah terbangun dengan 368 km ruas tol telah beroperasi penuh. Beberapa ruas tol tersebut diantaranya adalah tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140km, tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terperka) sepanjang 189 km, tol Palembang-Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan tol Medan-Binjai (Medbi) sepanjang 17 km.

Adapun tahun 2020 ini, penyelesaian pembangunan JTTS terus berlanjut untuk beberapa ruas yang menjadi prioritas yang diantaranya adalah ruas tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km dimana konstruksinya sudah mencapai rata-rata 97%, ruas tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 km yang progress pembangunannya telah mencapai rata-rata 99% serta ruas tol Medan-Binjai seksi 1 sepanjang 6 km yang ditargetkan selesai pada Juli 2020.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar