
Jakarta, businessnews.id — Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot Suwondo mengaku telah menawarkan fasilitas lindung nilai atau hedging kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) senilai USD 200 juta.
“Kebutuhan akan Dolar dari PLN kan banyak, sehingga riskan miss match nilai tukar. Maka, kami tawarkan fasilitas ini,” kata dia di Jakarta hari ini.
Ia menambahkan, pertemuan tadi pagi belum sampai membicarakan tingkatan hedging yang dilakukan. Itu baru sampai fase penawaran.
Kebutuhan PLN akan valuta asing cukup tinggi; di situ, pendapatan PLN dalam bentuk Rupiah sedangkan membayar kontraktor dan energi primer pembangkit menggunakan valuta asing.
Dengan hedging ini, akan ada kepastian nilai tukar saat jatuh tempo kewajiban PLN kepada rekanannya. “Sedangkan bagi BNI, mendapatkan fee based income,” kata dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi