Jakarta, TopBusiness – Merebaknya pandemi covid-19 memiliki dampak masif terhadap ekonomi nasional, tak terkecuali dunia usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Meski demikian, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten menjadikan ini sebagai tantangan untuk tetap menjamin keberlangsungan bisnis para pegiat UMKM.
Demikian pernyataan Direktur utama PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman saat mengikuti penjurian ajang TOP BUMD 2020 yang diadakan secara teleconference oleh Majalah TopBussiness, Senin (30/3/2020).
“Sekarang teman-teman UMKM usahanya lebih banyak stop-nya , tapi tentunya, kami akan tetap coba bantu bagaimana UMKM tetap berjalan, bahkn bisa berkembang, khususnya pasca ini (Covid-19). Ya intinya bahwa teman-teman UMKM tidak matilah,” ungkapnya.
Masih menurut Hendra, Jamkrid Banten tidak terpaku pada bank-bank umum sebagai target market share. Akan tetapi pihaknya lebih memfokuskan terhadap kontribusinya untuk pembangunan daerah. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya grafik pertumbuhan Jumlah UMKM yang mendapatkan penjaminan dari Jamkrida Banten. “Kami tidak terpaku pada bank-bank umum, kami lebih banyak bekerja sama dengan koperasi, LPDB, BMT dan pemerintah daerah seperti DPR,” imbuhnya.
JiBi Mobile
Selain itu, sebagai perusahaan penjaminan, Jamkrida banten terus mengoptimalkan pelayanan kepada konsumen dengan membuat terobosan baru berbasis aplikasi bernama JiBi (Jamkrida banten) Mobile. “(JiBi Mobile) produk pertama dari seluruh Jamkrida Indonesia, jadi Jamkrida lain itu untuk fasilitas dari mulai apply sampai penerbitan masih manual,” ujarnya.
Dengan aplikasi ini, lanjut Hendra, dapat mempermudah mitra (pelanggan) secara real time dan efisien sehingga targetnya perluasan market share pun dapat terealisasikan dengan kemudahan layanan ini. “Aplikasi ini sudah berjalan, sudah siap dioprasionalkan, bahkan 60% sudah pegang. Dengan JiBi Mobile ini mereka (mitra) tidak perlu datang, cukup dengan jari di HP sudah bisa melakukan transaksi,” tutupnya.
Untuk diketahui, PT Jamkrida Banten telah berhasil melakukan penjaminan kredit hingga Rp 2,7 triliun per Desember 2019 dengan jumlah ribuan debitur.
Tak hanya itu, PT Jamkrida Banten juga ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah, seperti penyerapan tenaga kerja dari penjaminan kredit. Sebagai simulasi, jika jumlah UMKM yang mendapatkan penjaminan berjumlah 72.993 (data 2019), asumsinya satu usaha mikro menyerap tiga tenaga kerja maka keseluruhan penyerapan tenaga kerja berjumlah 218.979.
Penulis: Abdullah Suntani
