Jakarta, TopBusiness—PT Lippo Karawaci, Tbk., perusahaan properti publik, mengumumkan peluncuran program pembelian kembali saham (buy back saham) senilai hingga Rp 75 miliar. Berdasarkan harga saham saat ini, hal ini menyiratkan bahwa Lippo Karawaci berencana untuk membeli kembali hampir 572 juta saham melalui transaksi yang kemungkinan akan dieksekusi dalam minggu-minggu yang akan datang.
Hal tersebut dipaparkan oleh CEO Lippo Karawaci, John Riady, dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan pada pagi ini.
Perseroan akan membeli kembali sahamnya dengan diskon yang menarik terhadap NAV ketika beberapa proyek akan diserahterimakan pada tahun 2020. Itu termasuk Fairview dan Menara Hillcrest di Karawaci dan Holland Village Jakarta.
“Kami akan menggunakan cadangan kas yang kuat setelah beberapa aksi korporasi yang berhasil dilakukan baru-baru ini, termasuk diantaranya adalah penerbitan obligasi lima tahun pada saat yang tepat, perubahan strategi lindung nilai (hedging) pada saat yang tepat, serta penjualan saham di First REIT,” John menjelaskan.
Pihaknya pun mendukung relaksasi kebijakan pembelian kembali saham oleh OJK baru-baru ini sehingga memungkinkan membeli kembali sahamnya.
“Hal Ini akan membantu menstabilkan harga saham Lippo Karawaci, dan manajemen yakin hal ini merupakan kebijakan penggunaan kelebihan uang kas yang terbaik. Rencana tersebut diperkirakan memiliki dampak yang tidak material terhadap biaya operasional LPKR.”
Selain itu, pembelian kembali juga diperkirakan tidak mengurangi pendapatan perseroan. “Kami yakin bahwa pembelian kembali tidak akan memberikan dampak yang material pada aktivitas bisnis perseroan karena perseroan telah memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk mendukung operasional, serta untuk melaksanakan transaksi tersebut,” papar John.
Foto: Istimewa
