Jakarta, TopBusiness – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mulai Selasa, 30 Maret 2020 lalu secara pasti untuk menutup semua gerainya secara nasional selama 14 hari. Sehingga, emiten sektor ritel ini akan tak beroperasi hingga 13 April 2020 nanti atau bahkan lebih. Tergantung situasi perkembangan penyebaran dan dampak Covid-19 itu.
Langkah ini diambil secara berhati-hati untuk menjaga posisi Perseroan dalam menghadapi dampak COVID-19 yang semakin meluas ini. Dan ini juga sebagai langkah sukarela untuk menjaga kesehatan para karyawan.
“Perseroan yakin ini merupakan bentuk dukungan atas gerakan ‘di rumah saja’ dan langkah pemerintah untuk mengawasi penyebaran Covid-19. Namun untuk Matahari.com akan terus beroperasi seperti biasa dan meningkatkan sumber dayanya untuk melayani permintaan yang meningkat,” kata Terry O’Connor, CEO Matahari, dalam keterangan resminya yang diterima media, di Jakarta, ditulis Kamis (2/4/2020).
Sejauh ini, Matahari memeiliki 160 gerai yang tersebar di 76 kota di seluruh Indonesia, serta secara merambah bisnis online melalui Matahari.com. Selama ini, perseroan telah menyediakan pakaian, kecantikan dan produk sepatu yang berkualitas, fashionable dan terjangkau bagi kalangan menengah Indonesia. Matahari sendiri mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan ber-partner dengan lebih dari 1.000 pemasok lokal serta internasional.
Selain kebijakan itu, perseroan juga memastikan penangguhan rekomendasi untuk pembagian dividen tunai. Hal ini sehubungan dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 itu, sehingga tim manajemen, Direksi dan Dewan Komisaris Matahari percaya dalam pendekatan yang berhati-hati ini. Nantinya, penggunaan sumber dana sebagai bentuk antisipasi terhadap tekanan atas traffic dan permintaan konsumen yang mungkin akan berkepanjangan.
“Oleh karena itu, manajemen menarik rekomendasi pembayaran dividen sebelumnya dan mengusulkan penangguhan semua pembayaran dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang,” katanya.
Selain itu, Perseroan juga menelaah semua beban usaha yang tidak esensial dalam rangka penurunan beban secara besar-besaran. Termasuk di dalamnya bekerja sama dengan pemilik mall atau pusat perbelanjaan untuk penurunan beban sewa. Juga penurunan beban pemasaran untuk jangka menengah, melarang perjalanan dinas, penurunan beban sumber daya manusia dengan kombinasi pengurangan jam kerja, penerapan cuti tidak berbayar dan penurunan gaji dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior.
“Semua non-committed capital expenditure juga dihapuskan dan pembukaan empat gerai baru ditunda ke beberapa bulan mendatang di tahun ini. Sebab kondisi ritel menurun dengan tajam di Maret. Meskipun Januari dan Februari memenuhi ekpektasi, saat ini kami beroperasi di kondisi yang sangat tidak pasti,” kata dia.
Apalagi, kata dia, kesehatan para karyawan dan sumber daya perusahaan merupakan prioritas utama dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini agar dapat memiliki perusahaan yang sehat dan memiliki posisi yang baik di masa depan yang lebih cerah.
”Kami menghadapi masa yang penuh tantangan ini secara berhati-hati dan tim senior kami berdedikasi penuh untuk dapat melakukan respon secara cepat apabila terjadi perubahan. Kami tetap siap untuk melakukan langkah lebih lanjut untuk memastikan agar Matahari dapat melalui krisis ini dan siap melayani pelanggan kami secara lebih baik dan untuk menyambut kembali rekan kerja kami ke gerai dan kantor kami,” terangnya.
